Recents in Beach

header ads

Alamak! Pelajar Lumajang Tak Tahu Sejarah Kota




Hasil penelusuran dan investigasi aktivis Madya Indonesia dan MPPM Lumajang pada masyarakat dan pelajar di kota yang terkenal penghasil pisang ternyata orang Lumajang kebanyakan tidak tahu soal sejarah berdiri kotanya.

Bahkan yang paling parah, pelajar di Lumajang tidak tahu sama sekali soal kapan Lumajang berdiri dan pernah dipimpina siapa saja di massa sejarah dan kemerdekaan. Ketidak tahuan mengenai sejarah Lumajang amat disayangkan oleh Madya Indonesia dan MPPM.

"Saya kaget, orang sini tak mengetahui soal sejarah berdirinya kota Lumajang. Mana bisa maju dan bersaing dengan kota lainya di jawa Timur dan Indonesia," kata Koordinator Madya Indonesia, Joe Marbun.

Menurut dia, yang paling parah lagi, asal muasal dari mana berdirnya Kota Lumajang pelajar juga tidak mengetahui. Mereka hanya tahu kalau ada situs Biting dan Makam Minak Koncar.

"Mana bisa maju, kalau orang sini tidak tahu sejarah Lumajang," ungkapnya.

Madya Indonesia menganggap, kemajuan suatu daerah atau wilayah ditentukan bagaimana sejarah berdiri kotanya. Karena dengan sejarah serta peninggalan yang ada bisa menjadi semangat dan budaya kemajuan generasi penerus bangsa, khususnya Lumajang.

Padahal kalau ditelusuri sejarah Lumajang bisa dijadikan semangat dan pemacu inspirasi kemajuan dibidang teknologi, pendidikan dan perjuangan. "kalau sudah tidak tahu sejarah kotanya, mana bisa maju generasi baru dan anak cucu leluhur Lumajang," tegasnya.

Koordinator MPPM Lumajang, Mansur Hidayat mengatakan, sangat ironis orang dan pelajar Lumajang tidak mengetahui sejarahnya dan hanya memperingati setiap tahunya. Sebenarnya Lumajang harus bangga memiliki pemimpin Adipati Arya Wira Raja yang pernah memmimpin Lumajang, Adipatih Nambi dan Minak Koncar.

"Semangat Arya Wira Raja yang memimpin Lumajang sangat perlu ditelandani, karena dia adalah otak dari pendirian Majapahit," ungkap mansur.

selain itu, semangat adipati Nambi yang merupakan anak dari Arya Wira raja yang mempertahankan kota Lumajang dari serbuan Raja Majapahit, Jayanegara. Nambi mempertahanan Lumajang karena dianggap hendak memberontak pada majapahit bersama Arya Wira Raja. hingga keduanya meninggal di Lumajang demi mempertahanan wilayah kekuasanya.

"Semangat mempertahanan wilayahnya dari jajahan Majapahit dan hasutan mahapatih sangat bisa menjadi inspirasi watak orang Lumajang," ungkapnya.

Salah satu penghargaan sejarah Lumajang yakni dengan menyelamatkan dan menghentikan penghancuran Situs Biting. Sehingga dengan adanya sisa bangunan peninggalan kerajaan Lamajang (nama Lumajang Kuno), bisa dijadikan identitas dan kebanggan masyarakat Lumajang-Jawa Timur.

Post a Comment

0 Comments