Recents in Beach

header ads

Muak..! Birokrat Manis Dimulut

 Oleh : Harry Purwanto

Entah kenapa aku mulai muak dengan kebijakan birokrasi yang mengaku akan mengakomodasi kepentingan rakyatnya yang akan melakukan pemberdayaan masyarakat. Tetapi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh rakyat tidak pernah diakui, pemerintah lebih bangga kalau pemberdayaan uangnya dari mereka.

Tak jarang para orang bersafari atau penguasa mengklaim, pemberdayaan masyarakat dari uang negara sebuah kesuksesanya sebagai pemimpin. Tak jarang program yang diberikan pemerintah, hanya pada orang-orang yang dianggap orang dekat atau orang yang bisa diatur.

Sementara itu, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh sejumlah sekelompok masyarakat dan aktifis yang benar-benar dari hati terdalam dan keiklasan, tidak pernah disentuh oleh birokrat. Bahkan, apa yang dilakukan masyarakat dan aktifis yang sukses karena suatu kekuatan dari warga tidak pernah dilirik atau ditatap sekalipun.

Banyak aktifis yang sukses melakukan pemberdayaan masyarakat di Lumajang. Beberapa penghargaan tingkat Nasional dan Internasional datang tanpa mereka sadari mengakui gerakan itu, Padahal mereka tidak pernah butuh pengakuan. Ide Cemerlang membangun Lumajang sangat banyak inovatif, kreatif dan brilian.

Kenapa Mereka tidak pernah mendapatkan penghargaan dari Kotanya Sendiri..? Ada Apa, Kok bisa dan Kenapa ? Pertanyaan ini selalu berada dalam benakku, meskipun sukses tak jarang pemerintah mengklaim itu berkat bantuannya ? Sungguh Ironis Bagi Kotaku yang memiliki sejarah yang terlupakan..!

Kadang aku jijik melihat para Opurtunis dan Pragmatis yang menjilat selangkangan penguasa ? Sebuah Ironi, Sebuah Kota di Kaki Gunung Para Dewa. Sungguh aku muak melihat parodi pemerintah yang hanya manis dibibir saja....! Para masyarakat dan aktifis yang tidak pernah dibantu, tidak pernah merasa sakit hati ataupun dendam. Mungkin sakit yang dirasakan merupakan obat mujarab bagi orang yang iklas dalam membantu sekitar. Selamat berjuang kawan, masih banyak orang yang peduli dengan kalian, tanpa meminta sebuah balasa jasa atau transaksi politik dibelakang hari. (har)


Post a Comment

0 Comments