Recents in Beach

header ads

Politik Marah Pak Beye, Rakyat Jadi Pemarah



Pemberitaan Pak Beye marah karena sebuah SMS yang menyangkut pautkan namanya dengan kasus Nazarudin, ternyata berdampak langsung pada rakyat Indonesia. Kini, rakyat Indonesia yang berada di pendesaan, khususnya dikaki gunung semeru, ikut-ikutan marah gara-gara sebuah SMS nyasar.

“Payah…bener, di HP istriku ada SMS yang bilang sayang, udah makan belum dan udah sholat apa belum,” kata Paijo ketu RT di Dusun Jonggring Saloko Desa Mahameru.

Gara-gara SMS yang sering masuk ke HP istrinya, membuat Paijo naik pitam dan sering marah. Bahkan, Istrinya yang mencoba menjelaskan, SMS yang masuk ke HP-nya karena sebuah SMS nyasar, tidak membuat Paijo reda.

“Pak Presiden Aja marah karena SMS, saya ini pak RT, jadi bisa marah juga,” ungkap Paijo saat duduk di warung kopi tak jauh dari rumah.

Istri paijo yang tak ingin terjadi prahara di dalam keluarganya hingga bercerai karena sebuah SMS, akhirnya melakukan penyelidikan. Kebiasaan menaruh HP didekat TV akan tidur, diawasi dan dipantau dari kamar tidurnya.

Ternyata, saat Sumi sang istri Paijo mematikan lampu, HP diatas meja raib. Selidik punya selidik, ternyata HP berwarna pink, dipakai anak perempuanya didalam kamar sang buah hati yang sejak sore belajar untuk ujian akhir sekolah.

Saat diintip dari lubang pintu, Bunga terlihat pringas-pringis wajahnya sambil mengutak-atik HP ibunya.

“Walah..! Bunga yang kerap pakai HPku,” ungkap Sumi.

Sumi kemudian mengetok pintu si Bunga, anaknya kaget bukan kepalang.

“Bunga..mana HP ibu, jangan mainan HP bahaya nak, Bapakmu marah kayak Pak Beye lo,’ teriak Sumi diluar pintuk kamar Bunga.

Dengan rasa takut, Bunga menjelaskan soal HP ibu yang ternyata digunakan untuk SMS-an dengan sang lelaki pujaanya. “Maaf bu, Hpnya tak gunakan SMS pada teman lelaki bunga, ibu jangan marah ya, nanti kalo marah dianggap Kayak Pak Beye lo..!,” ungkap Bunga dengan nada memelas.

Paijo yang baru datang dari siskamling mengetahui anaknya mengaku memakai HP ibunya berhubungan lelaki lain, kaget bukan kepalang dan diam saja. “Bener khan pak, SMS bukan untuk aku, tapi untuk Bunga dari teman lelakinya, makanya jangan banyak melihat berita di TV, jadi ikut-ikutan Pak Beye yang marah karena SMS yang gak karuan benar,” ujar Sumi dan langsung menuju ke kamarnya.

“Wualah rek, gara-gara pak Beye marah, aku ikutan marah, kena Virus Pak Beye. Televisi memang sangat berbahaya ya,” ujar Paijo , merasa malu dan bersalah pada istrinya yang selalu dimarahi.

Melihat sebuah komunikasi politik pak beye dengan menggunakan SMS sebagai alasan dan menggunakan media massa, sangat berbahanya bagi rakyat Indonesia. Pasalnya, televisi yang digunakan pak beye dengan menanggapi marah sebuah SMS, sebuah langkah dilakukan oleh orang dekat dia yang mengetahui, rakyat Indonesia sudah dibudak oleh media elektronik itu.

Politik Pak Beye, memang hebat, tapi jangan rakyat dikorbankan karena sebuah SMS yang tidak mendidik itu. Pendidikan politik menanggapi SMS bisa ditiru dan diaplikasikan oleh rakyat dalam demokrasi yang diangung negeri ini. Pak Beye Marah pada SMS tidak patut ditiru, karena dampaknya sangat berbahaya bagi rakyat Indonesia yang dijejali teknologi informasi. (harry pewe)

Post a Comment

0 Comments