Recents in Beach

header ads

Rambut dan Bisnis Tak Pernah Mati


Rambut adalah mahkota bagi mahluk hawa, karena keindahan seorang seperti apa menatanya. Bekerja sebagai jurnalis usai Reformasi, bisa mengartikan sebuah kebebasan bagiku untuk ber+ekspresi di sekujur badan dan tak terkecuali rambut.

Entah kenapa, saya menyukai rambut panjang alias gondrong dan sesekali di kuncir untuk lebih keren. Selain itu, alasan dikuncir agar tidak gerah saat liputan sebuah peristiwa atau kegaduhan politik.

Sebenarnya, rambut gondrong saya biarkan karena belum punya duit dan waktu untuk memotong. Padahal ibu dan istriku sudah beberapa kali menyampaikan kegerahan atas rambut panjang yang sering diikat.

"Kok ono wartawan gondrong, ketok gak rapi. Disawang ae yo wegah," ujar Masruroh istri tercinta.

Omelannya tentang rambut indah diataa kepalaku juga tak pernah protes, apakah dipotong atau tidak. Jadi kerja peliputanku selalu di warnai dengan rambut diikat seperti Ninja Ala Jepang.

Sampai suatu saat, ketika liputan, ada teman jurnalis yang iseng memotretku. Awalnya, kelihatan keren, bagus, gagah dan lainya.

Tapi, setelah foto ini dipandangi dengan seksama. Rambut panjang diikat seperti ekor kuda tak lagi menarik dan akhirnya kakiku melangkah ke tukang potong di Pasar Senggol.

"Gak apa-apa tah mas, rambutnya dipotong, padahal sudah serasi dengam bentuk kepala dan tubuhn," ujar Karso, tukang potong rambut langganan.

Tanpa banyak basi-basi, Karso memotong rambutku sesuai yang dia inginkan. Saya mempercayakan potongan rambutku ke dia, karena sudah tahu seperti apa nantinya, tang penting tetap keren.

Potong rambut adalah sebuah rutinitas manusia untuk menata mahkotanya. Akibatnya, menjamur tukang potong rambut ditengah kota Lumajang.

Rata-rata tukang potong rambut dari warga Madura baik perantauan dan lokal. Banyak cara dilakukan pebisnis potong rambut untuk melayani konsumen.

Ada yang memberikan pijatan, ada yang 3 kali potong gratis 1, ada juga memberikan minuman. Bisnis potong rambut yang dulu hanya sekitar Rp. 1.000 kini sudah mencapai Rp. 10.000.

Para pebisnis ini akan mendapat rejeki melimpah saat akhir pekan, anak masuk sekolah dan jelang lebaran idul fitri. Omzetnya-pun mencapai 1000 persen dalam sehari.

Bisnis potong rambut sudah menjadi pengerak pertumbuhan ekonomi baru do kemajuan teknologo informasi dan komunikasi. Apalagi, deman film Korea juga mempengaruhi gaya rambut anak muda. Jadi bisnis potong rambut, tak akan pernah mati. Selama rambut masih tumbuh. Karena rambut bukan rumput.

Post a Comment

0 Comments