Recents in Beach

header ads

Etika Politik "Reshuffle" Pancasila




Tidak ada yang dipikirkan, menulis sebuah diskusi ringan tapi sedikit serius meski hanya banyak sebuah candaan mantan aktivis mahasiswa. 

Bicara soal cara seseorang melakukan komunikasi politik saat ber-organisasi dibutuhkan sebuah etika sesuai aturan yang disepakati. Meski, aturan dalam sebuah organisasi tak SE kaku Kitab Suci, tapi etika selalu dijunjung tinggi.

Apakah sebuah politik kekuasaan dibutuhkan etika, saya menilai masih dibutuhkan. Karena politik Indonesia masih memegang teguh nilai-nilai Pancasila serta butir-butirnya.

Bung Karno tetap memiliki etika mengaku jika Pancasila disusun sebagai dasar negara dari sebuah ideologi marxisme. Pancasila sudah menjadi nyawa bagi warga dan aparatus negara untuk demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagaimana jika dalam berpolitik tidak memakai asas Pancasila, saya bilang ke seorang rekan, "Itu WNI Sesat," ungkapku. "Kok bisa," jawab dia.

"Pancasila ini dasar negara yang sudah disepakati oleh pemimpin pendiri bangsa dari dulu hingga kini," ucapku.

Etika politik sering digunakan dalam berbangsa, bernegara, berpartai dan berorganisasi. SBY sosok pembina Demokrat tak segan memecat kadernya yang mbalelo dipemerintahannya. Sama halnya dengan Jokowi, hingga isu reshuffle santer dimedia massa dan Media Sosial.

Etika berpolitik sangat dipegang teguh oleh kader partai, birokrat, ormas dan OKP. Etika tidak bisa dinilai dengan barang dan jasa, karena bukan transaksi politik.
‪#‎reshuffle‬
‪#‎etikapolitik‬

Post a Comment

0 Comments