Recents in Beach

header ads

Mengintip Change Leader Lumajang



Lumajang kota kecil yang sangat menyenangkan dan melahirkan pemimpin bagi golongannya. Tak Jarang para pemimpin ini, ingin merebut hati rakyat untuk berkuasa.

Fragmen kekuasaan dan politik merebut hati rakyat seperti macam perlombaan menjadi orang saleh. Mereka terus berikhtiar dan istiqomah menjadi pemimpin yang paling banyak berbuat untuk rakyat.

Era sudah berubah, zaman makin maju. Banyak kita tonton aksi pemimpin populis seperti Jokowi sang fenomenal, Ahok, Risma, Azwar Anas, Ridwan Kamil, serta Awang Faroek.

Meski zaman berubah, tapi bangsa ini masih saja terjebak dalam nuansa Feodal dan Primordial. Pemimpin ingin dilayani bukan membantu, dengan birokrasi akut.

Change Leader sangat dibutuh seperti tokoh-tokoh diatas, mereka mampu membuat perubahan sesuai dengan mimpi rakyatnya. Meskipun resiko yang dihadapi luar biasa bahaya atau bisa disebut resistance to lose.

Saya melihat dan menyaksikan dipemberitaan Pilkada di DKI Jakarta, para calon pemimpin mulai merajut mimpi rakyat. Ahok tokoh yang dikenal tegas dan melakukan perubahan, Agus Yudohoyono sosok pemimpin muda yang tak lelah melakukan perubahan di TNI dan Anies Baswedan, sosok intelektual yang tak lelah melakukan perubahan didunia pendidik.

Mereka sosok agen perubahan yang menjadi change leader dimasing bidang-bidangnya yang juga melawan resistance to lose. Curiculum Vitae ketiganya dari penelusuran, sosok pemimpin yang berani keluar dari zona nyaman dan aman serta nekat mengambil keputusan penuh inspirasi.

Di Lumajangpun demikian, banyak tokoh pemimpin yang penuh dedikasi pada rakyat coba dipertarungkan untuk pesta demokrasi 2018. Tak jarang mereka mendapat tekanan dari publik (rakyat, pendukung, relasi, politisi) untuk ambil bagian merubah Lumajang.

Change Leader bukan sosok ingin berkuasa, tapi agen perubahan yang sudah ditanamkan dalam dirinya. Publik-pun sudah merasakan perubahan bukan melalui polesan lips service ataupun adegan Dramaturqi.

Change Leader dalam kepercayaan jawa dikenal dengan sebutan Satria Pinigit. Sehingga, bukan sosok pingit yang dilakukan cara-cara tak demokratis, sehingga publik akan menanggungnya.

Selamat datang para Change Leader untuk Lumajang lebih Maju Lagi. Bukan sekedar Populis, Lips Service, Dramaturqi dan pencitraan Belaka. Publik wajib mengenal para Change Leader, mereka bukan populis, darah biru ataupun bergelimang harta. Selamat mencari Change Leader, Lumajangku.

Post a Comment

0 Comments