Recents in Beach

header ads

Berebut Kalut




Pagi ini
Kabut Semeru Menyapaku
Dia bercerita kota ini
Tentang anak manusia

Dianugerahi otak cerdas
Tapi hatinya kering
Berpikir diri sendiri
Cenderung makan kawannya sendiri

Ku bertanya, Kenapa Begitu? 
Kota ini terlalu kaya dan makmur
Membuat anak manusia serakah
Belajarlah pada sejarahnya

Kabut, kenapa engaku tahu? 
Di Gunung, Daratan dan Pantai, Ku selalu ada
Mereka melihat-Ku bagian alam bisu
Yang dianggap kabar palsu

Kabutpun bergerak diatas padi
Diapun merapal do'a
Padi berisi-pun merunduk
Dibisikan matra ke-ikhlasan

Kabut, jangan kau basahi hati ini
Biarkan mentari menyapa lembut
Manusia  ajari menyebut
Agar di kehidupan tak kalut

Lumajang, 22 April 2018

Post a Comment

0 Comments