Recents in Beach

header ads

Khadiri Lamajang




"Kisanak, dari mana? 
"Hamba dari Kadhiri,"

"Ada apa gerangan kisanak datang ke kaki gunung Semeru."
"Hamba ingin berguru welas asih dari kekerasan Shiwa dengan huruf Jawa Kidul,"

"Jenengan tahu dari mana, disini banyak sekali padepokan Shiwa,"
"Saya bermimpi bertemu seorang kakek baiu putih bernama Ki Pasopati,"

"Hati_hati kisanak, disini bukan hanya hewan makan manusia. Tapi, Manusia bisa makan manusia,"
"Terima kasih sarannya, semoga aku bertemu dengan orang dalam mimpiku,"

Orang Kadhiri sangat kaget dengan tanah kaki Gunung Semeru ditumbuhi Jawawut sangat rapi pematangnya. Buliran kuning ke-emasan menyilaukan mata dikala mentari menembus sela sela pepohonan.

Gemericik sumber mata air mengalir dari sela sela rimbunan bambu. Bidadari pedesaan semeru tamapk bercengkrama di antara bebatun Palus di hulu sumber.

"Sungguh tentram daerah ini, tingkah laku bukan seperti pengikut shiwa, seakan keselarasan hidupan manusia dengan alam dan pencipatnya,"

"Kisanak orang jauh, apa yang hendak dicari di kaki Semeru,"
"Padepokan ki Pasopati, diman Ngeh?"

"Iniliah padepokannya, ada hamparan Jawawut, gemiericik air, siulan burung dan sepoi angin dari celah pohon,"

"Bolehkah hamba tinggal disini? "
" Silakan, kisanak tinggal. Mau pilih hidup seperti apa, alam ini sudah berikan semuanya, tinggal kita mau menjaga dan merawatnya,"

Lembu Andini lari kesana kemari memakan rerumputan hijau terhampar di padang Savana Kumbolo. Dua Arco Dewa Dewi penunggu Mahameru wujudkan welas asih dari Keangkara murka sang Penghancur "Shiwa".

Lumajang, 4 Juni 2018

Post a Comment

0 Comments