Recents in Beach

header ads

Ada Tuntunan di Asian Games 2018



Ditengah kaum nyinyir bergentayangan bersama buzzer team melancarkan proganda di media sosial.  Mereka hadir entah tercipta, terbentuk atau terdampak untuk memecah belah anak bangsa demi politik 2019 (baca :kekuasaan). Ingat, bangsa ini bukan untuk tahun depan saja, seperti menghadapi kiamat saja.

Pertama, peristiwa Zohri menjadi atlet juara dunia lari 100 meter U-20. Dari keluarga tak mampu bercita-cita memperbaiki hidup melalui olah raga. Semua peduli, iba dan menggugah nilai kemanusian. Gempa Lombok terjadi, Tuhan menguji bangsa ini.

Kedua,  Hanifah ditengah anak bangsa diperkusi atraksi tagar dan aksi penolakan. Dia mampu menyatukan Jokowi dan Prabowo dalam balutan merah putih di Arena Silat Asian Games. Olah raga bela diri bisa diartikan bela negara.

Ketiga, Orang terkaya di Indonesia, Hartono usia 83 masih mau jadi atlet Bridge di Asia Games 2018. Bukan bonus yang dikejar, tetapi ingin memberikan sumbangsih besar bagi Bangsa Indonesia. Diapun berkata, Apa guna harta melimpah, bila belum Bermanfaat bagi bangsanya sendiri.

Ya, itu realitas kehidupan manusia bagi bangsa ini, bisa menjadi contoh dan tauladan. Ada kekuatan cinta anak manusia menjadi atlet, baik sudah menikah dan pacaran, mampu meraih mendali Emas bersama. So Sweet.

Dibalik perjuangan, ada pengorbanan dan prestasi membanggakan. Bukan soal angka, nilai tetapi moralitas manusia itu sendiri.  Bangga jadi bangsa Indonesia.
#asiangames #indonesiajuara #banggaindonesia

Post a Comment

0 Comments