Recents in Beach

header ads

Saiful Rijal Dari Kaki Semeru Meraih Emas



Saiful Rijal kini jadi idola sepak takraw Indonesia. Dia dilahirkan disebuah kampung dibawah kaki Gunung Semeru, Desa Oro-oro ombo Kecamatan Pronojiwo Lumajang-Jawa Timur. Jarak dari kota Lumajang sekitar - /+ 45 Kilometer dengan jarak tempuh - /+ 2 Jam.

Dia diarak keliling Lumajang dengan start dari rumah menuju ke kantor Bupati. Tak tanggung-tanggung, Bupati terpilih Cak Thoriq dan wakilnya Bunda Indah datang kekediaman Saiful untuk ucapkan selamatan dan menemani saat diarak.

Ribuan warga tumpah ruah dijalanan untuk menyambut sang pahlawan olah raga. "Mas Ipul,  I Love You Pul,"  teriak seorang perempuan manis berkerudung pada Mas Ipul yang masih jomblo.

Saipul hanya tersenyum untuk menyapa warga yang tumpah ruah, baik anak-anak hingga orang tua. Takraw yang lama digandrungi masyarakat selatan Lumajang, kini salah satu pemainnya menyabet Emas di pesta olah raga se Benua Asia.

Panggil Mas Ipul yang diberikan Presenter Pengangkut Air,  Rendra Soedjono langsung jadi Trending bagi Netizen disaat Indonesia diragukan bisa menambah mendali Emas. 

Disaat banyak pengamat jumlah 30 Mendali Emas Indonesia tak akan bertambah. Ada semangat di Arena Sepak takraw di Palembang dengan dibanjiri pendukungan.  Untuk mematahkan anggapan tak mampu menambah mendali, TV Official Asian Games menyiarkan langsung.

Mata insan olah raga langsung tertuju di partai final Tim sepak takraw Quadrant Putra Indonesia melawan Jepang.  Kuatnya pertahanan pemain negeri Sakura membuat Indonesia kalah dengan skor 15-21 diset pertama.

Pelatih Saiful Rijal Cs mengintruksi bermain tanpa ampun dan melakukan serangan melalui bola tinggi. Alhasil serangan Mas Ipul dan Nofrizal tak terbendung meraih skor 21-14.

Pada set 3 penentuan, Indonesia menerapkan permainan offensif dan Mas Ipul selalu menjadi tukang Libas.  Bola dari anyaman rotan ditendang disaat lompatan tertinggi arek Semeru. Alhasil, tendangan Mas Ipul menjadi penentu kemenangan dengan skor 21-16. Official dan Pemain Takraw Indonesia semburat ke lapangan serta teriakan penonton tak henti-hentinya.

Indonesia menang, mendali Emas disumbangkan untuk menambah kolekso menjadi 31 keping dari olah raga tradiaional asli Indonesia. Bahkan dalam 18 tahun terakhir, Indonesia harus puasa Mendali Emas dievent Asian Games. Presenter dan Komentator TV Broadcaster tak henti mengelu-elukan Mas Ipul si Tendangan Libas.

Dalam sekejap tanggal 31 September 2018 siang, sejumlah akun dan grup Facebook di Lumajang menjadikan Mas Ipul Trending. Tak kalah ramai ciutan dan hastag di Twitter #masipul meraung-raung. Berita Mas Ipul dan kawan-kawan langsung jadi pemuncak paling banyak dicari dimesin Google.

Mas Ipul jadi kebanggaan masyarakat Lumajang. Saat dia didamping H. Ngateman, Ketua KONI menemui wartawan. Saya menegurnya.

"Selamat Jal, Sukses ya! "
"Hai mas,  suwun, piye kabare. Suwun supportnya, kapan2 ngobrol lagi,"

Ya, 2 tahun lalu. Saya bersama KONI Lumajang ke arena PON Jabar 2016 untuk memberik support atlet Jawa Timur. Agendanya, menyambangi atlet kota Pisang. Disana bertemu dengan Isdias atlet Taekwondo, sekarang jadi anggota TNI atas prestasinya.  Kami ke Arena Takraw, Rijal sedang berjuang di Double Tim untuk meraih asa ke Final.

Mas Ipul dalam laga itu menjadi primadona, tendangan bak sabetan cangkul dan pisang agung. Sulit dihadang blok lawannya, membuat geleng-geleng kepala penonton. Ya, Rijal jawaranya.

Atas keberhasilan ke Final, saya langsung turun ke arena. Sempat dihadang petugas keamanan, tapi jiwa sebagai jurnalis muncul. Maaf, saya ingin liputan dan ini kartu persnya. Akhirnya, nyelonong ke arena dengan bekal smartphone. Rijal tak temui ada KONI Lumajang hadir dan mengucapkan selamat.

Waktu itu, Dia banyak cerita soal pembinaan sepaj takraw di Jawa Timur, Lumajang dan kampungnya. Dia sangat ingin, atlet di daerah kelahiranya diperhatikan dan Lumajang memiliki sarana latihan yang memadai. Kemudian berharap atlet Lumajang bisa seperti dirinya.

Selamat dan sukses, Lumajang Bangga Padamu.

Post a Comment

0 Comments