Recents in Beach

header ads

Si Karso Muncul di Pilpres 2019




Makin hari beranda media sosialku makin kebanjiran status dukung mendukung capres/cawapres Pemilu 2019. Ada yang berisi mendukung Si A dan Si B. 

Jika ada status teman mengakui keunggulan, kebaikan dan kinerja si A. Teman pendukung si B membuat status tandingan dengan mengunggah status lainya. Dan sebaliknya. 

Pokoknya beranda medsos makin ramai dan deras informasi kebaikan serta keburukan si AB. Entalah, apa yang direbutkan teman-temanku yang politisi dan bukan. Berandaku jadi kumpulan informasi belum tentu bisa diuji kebenaranya. 

Si Karso Muncul

Sehari sebelum debat capres, saya terlibat obrolan ringan seputar Lumajang hingga urusan Capres dan Cawapres dengan seorang sahabat. Kami saling memberikan informasi hingga berujung debat. 

Pokoknya saling tidak mau kalah, ada informasi D dibantah Informasi X. Data Y dibantah kumpulan fakta O. Pokoknya rame. 

"Kamu tahu gak, ada tetanggaku. Orangnya sok tahu, Namnya Karso," jelas Ulin. 

"Trus, kita ini Karso, gitu," timpalku. 

Kami berdua-pun tertawa terbahak-bahak diikuti sahabat lainya lagi asyik merangkai berita. 

"Haaa, Karso," ujar Rohmad. 

"Panggil Karso aja," saut Ulin. 

"Trus orang sok tahu dipanggil Karso," tanyaku. 

Kamipun tertawa tanpa henti dan saling ejek untuk melabeling "Karso" bila sok tahu informasi. 

"Pokoknya Karso," jelas Ulin sambil tertawa cekikikan. 

"Oh, Karso tertawa," sahutku dengan tertawa keras. 

Gara-gara Karso temannya Ulin. Kamipun tanpa disadari melabeling orang sok tahu dengan sebutan Karso.

"Orang Sok tahu dipanggil Karso aja," jelas Rohmad.

Membuat kami tertawa tanpa henti setiap ada celetukan hal-hal mengetahui segala informasi. Hai Karso. 

Arti Karso bin Karsa

Disadur dari https://kbbi.web.id/karsa.html,  kar·sa n memiliki 2 arti. Pertama,  daya (kekuatan) jiwa yang mendorong makhluk hidup untuk berkehendak. Kedua, kehendak; niat. 

Jika pada arti pertama, ada sebuah kekuatan jiwa manusia mendorong berkehendak sesuai dengan apa yang dipikirkan untuk dilakukan. Entah mendapat masukan dari ilmu pengetahuan (preferen)  dan pengalaman (Experience). 

Melalui media sosial, para pengguna membuat status di akunya sesuai dengan informasi didapat. Jadi pola komunikasinya menggunakan channel medsos sebagai alat menyampaikan pesan dari komunikator ke komunikan. 

Pesan itu adalah kehendak. Bagi si pembuat pesan bisa mempengaruhi komunikan sebagai teman di akun medsosnya. Jika disebar melalui grup medsos seperti grup, jelas ada maksud besar, agar mempengaruhi publik. 

Sehingga, pada arti Karsa kedua, kehendak (niat). Jadi ada tujuan pada pesan tersirat pada status oleh teman pemilik akun untuk mendukung si A dan Si B di capres/cawapres 2019.

Pesan yang diunggah melalui status media sosial yang disampaikan secara beruntun dan berantai. Patut diduga dan diperkiraan ada pesan mempengaruhi publik (pengguna medsos) untuk mendukung si A dan si B. 

Karso Pilpres 2019

Guyonan kami soal labeling Karso pada orang sok tahu bisa dibilang bukan kebetulan. Tanpa disengaja, Karso bin Karsa adalah sebuah kebenaran bagi para pembuat status dukung mendukung pada Capres/Cawapres di media sosial. 

Mereka kelompok sok tahu, paling pintar, paling paham dan bekerja untuk kehendak jelas. Tujuanya ada, Kaum Karso di medsos diharapkan bisa memberikan pendidikan politik, bukan malah membuat kegaduhan di Medsos. 

Jangan sampai kaum Karso menjadi pembuat produk informasi Hoax dan Ujaran Kebencian. Apalagi sampai mengarah pada isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Marilah kita berbijak media sosial, bukan mementingkan kekuasaan. Sehingga bisa merusak tali silaturahim di medsos dibawa ke dunia nyata. 

Mari kita jadikan Media Sosial untuk Karsa memajukan Indonesia melalui Pilpres 2019.

Post a Comment

0 Comments