Recents in Beach

header ads

Siapa Kita ? Indonesia, Bukan 01 dan 02



Menonton final Piala AFF U 22 antara Indonesia melawan Thailand. Insan sepak bola negeri Garuda Pancasila dibuat deg-deg ser. Harapan untuk bisa meraih prestasi ditengah gelombang tsunami di tubuh Federasi Sepak Bola negeri ini sedang carut-marut.

Hati isan sepak bola memang terpecah belah dalam konsentrasi menunggu hasil penyidikan Satgas Anti Mafia Sepak Bola Polri dan Indonesia menang atas Thailand, Selasa(16/2/2019) kemarin.

Saat nonton bareng, ada celutuh seorang kawan. 
"Berapapun skornya hasil pertandingan final piala AFF," ujarnya.

"Lho kok bisa?," tanyaku.

"Lihat saja, nanti distatus media sosial," terangnya.

Babak pertama, kedua tim bermain aman dan sesekali menyerang dan bertahan cukup rapat. Serangan Indonesia kerap patah dari rapatnya 5 pemain negeri Gajah Putih. Peluit panjang ditiup, akhir laga setengah mainan.

Kemudian saya menenggok medsos paling populer, Twiiter dan Facebook. Masih tenang dan santai. Kebanyakan masih mendo'akan Indonesia juara.

Pada menit 57 Kapten Tim Thailand, Saringkan mencetak gol keunggulan sementara. Medsos mulai ramai dan nyaris.

"Nah kha, gara-gara O1 Indonesia Kalah, O2 aja indonesia juara," ciutan.

"01 bikin Indonesia jauh dari piala Dunia," status lainya.

"Satu gol bikin Indonesia merana," ciutan lainya.

Di Media sosial mulai ramai bukan ngomongi sepak bola mulai mengarah ke politik dukungan ke salah satu capres. Menit ke 59, Sani pemain sayap Garuda Indonesia mencetak gol. Ternyata membuat ramai di medsos.

"Satu Gol Untuk Indonesia Juara," Ciutan dibalasan.

"Satu Gol gak Cukup Dua aja," ciutan lainya.

"Satu gol lagi Indonesia Juara," status lainya.

"Indonesia Satu, Bukan 2 dua," status lainya.

"Satu tambah satu sama dengan dua untuk Indonesia," ciutan lainya.

wow, dimedsos ramainya bukan main. Teman nonton bareng menyeletuk, "Mulai ramaikan, dibawa ke politik kok,"

Saya hanya diam dan terus menonton laga Indonesia melawan Thailand. 5 Menit Indonesia melalui Sani berhasil membalas gol. Melalui tendangan bebas dengan sekali Sundulan, Osvaldo Hay, Indonesia unggul 1 gol. Saya pun menlonjak kegirangan dan mengepalkan tangan.

Sepertinya Indonesia bakalan juara kali ini.Ketika menit 80 pertandingan, Kapten Tim Indonesia, Bagas Adi melakukan pelanggaran keras dan dihadiahi kartu merah. Kini Indonesia bermain dengan 10 orang. Tekanan terus diberikab oleh Thailand. Ke-khawatiran untuk juara sirna, membuatku lupa dengan status politik dalam final AFF U22.

Drama pemain mulai terlihat di menit 90. Apalagi saat tambahan waktu 5 menit, dada mendengum kencang, Indonesia terus ditekan dari segala lini. Pemain Jangkung Thailand keturunan Italy menjadi tower diarena pinalti, membuat keteganganya di lini pertahanan Indonesia. Beruntung, anah asuh Indra Sjafri mampu mengendalikan situasi dan menjadi juara dengan skor 2-1 di tanah Kamboja.

Sepak Bola No Politik. Bikin Deg-degkan. Siapa Kita ? Indonesia. Bukan 01 dan 02. Indonesia Juara. Kado terbaik diawal tahun 2019. 

Siapa Kita? 
Indonesia.

Post a Comment

0 Comments