Recents in Beach

header ads

Unicorn Bukan Sekedar Online, Tapi Ancaman..!



Debat Capres antara Jokowi dan Prabowo menghasilkan sebuah kata bahasa inggris baru dan populer seketika. Apa itu? Unicorn yang onlin-online itu.

Semua mata dan telingga terbelalak. Pikiran melayang dengan kata Unicorn. Jujur saja, saya tidak paham dengan Unicorn Startup yang banyak dibahas oleh para pelaku online. Meksipun dunia kerja saya setiap hari berurusan dengan media online.

Kaget dan seakan sebuah tamparan bagi saya. Saat acara debat, saya mengunggah status Unicorn itu? dan diberikan gambar meme bergerak, seorang wanita asing memakan Popcorn. Sebuah camilan orang Amrik saat nonton film dan pertandingan basket terbuat dari jagung oven.

Sekitar 10 menit membuat status. Seorang kolega mengunggah status lengkap dengan data beberapa Unicorn Startup yang ditemukan dan dimiliki orang indonesia yakni, Bukalapak, Traveloka, Tokopedia dan Go-Jek.Oalah, aku baru sadar, ternyata usaha media online didunia maya yang dimaksud Pak Jokowi, ke-4 bisnis dagang online dan jasa transportasi itu.

Saya baru ngeh, kemudian berselancarlah ke mbah Googel. Kemudian saya baca banyak literasi dari berbagai media online yang memang membahasnya, mulai sebuah kebanggaan negeri ini, sanjungan dan kritikan. Ternyata, 4 startup Unicorn Indonesia sedang dalam kepungan pemodal dan pesaing asing untuk masuk ke dunia usaha online yang digandrung generasi millenial.

Kenapa disebuat Startup Unicorn, karena nilai inevstasinya dan perputaran uangan baru 1 Milyar dolar brow. Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi menargerkan bisa menjadi 5 Decacorn Starup dengan nilai investasi menggunakan penghitungan valuasi dengan nilai fantastis 10 Milyar dolar. sunggu nilai bisnis yang fantastis.

Seiingat saya, Prabowo mengkhawatirkan dengan berkembangnya Startup Unicorn, bisa membawa lari uang Indonesia ke luar negeri. Pasalnya, para investasi asing sangat berminat. Indonesai adalah pasar yang sangat besar dengan ratusan juga penduduknya. 

Ke khawatiran ini, sangat beralasan lantaran Indonesia menjadi negara konsumtif dan tidak kreatif dalam menghasilkan produk. Prabowo berkeinginan untuk membuat regulasi yang cepat, agar ada pengawasan yang luar biasa.

Di China ada Alibaba dengan Jack Ma yang begitu luar biasa melawan investasi dari Eropa dan Amerika. Pasalnya, si Paman Sam sudah lebih dulu maju dibidang teknologi digital dengan Google, Facebook dan Twitter yang merajai dunia. China mampu melawan dengan perang dagangnya melalui perusahan Alibaba didunia startup.

Sudahlah, untuk urusan Unicorn, kita perlu banyak belajar. Bukan jadi penonton dan konsumen, tetapi diperlukan kemandirian banyak hal untuk menjaga kekayaan alam dan keahlian kita. Debat kemarin, mengajarkan banyak hal didunia digital saat ini, kita bisa tertinggal jauh dan menjadi konsumen setia. 

Adakah produk luar negeri di rumah anda..! silakan cek dan renungkan. Maka cintailah produk-produk Indonesia dan pertahankan budaya kita ditengah kemajuan teknologi Komunikasi. 

Post a Comment

0 Comments