Recents in Beach

header ads

Ada Capres di Mancing Mania Ala Arisan


Ada Teriakan Nama Capres Mancing di Saluran Irigasi Kakija


Kegiatan memancing di kotaku semakin ramai dan aneh saja. Bukan hanya di sungai alam, sungai buatan, kolam, ranu,rawa dan irigasi persawahan. 

Aktivitas mancing dulu, untuk memenuhi lauk makanan sehari-hari. Kini, memancing seakan adu kreatif, taktik dan inovasi agar kail serta pakanya bisa diburu si ikan. 

Sudah 2 minggu, ada sebuah kegiatan mancing ikan lele tak jauh dari rumahku. Untuk jalan kaki sekitar 5 menit, naik sepeda pancal 2 menit dan naik motor bisa 1 menit. Dekat sekali bukan.

Arena pemancingan lagi viral dirumah berada di sebuah saluran irigasi lebar 60 centi meter dekat warung kopi Cak Lasan di Dusun Kambengan RT 23 RW 05,  Desa Banyuputih Kidul Kecamatan Jatiroto - Lumajang. 

Puluhan orang berkumpul dengan perlengkapan pancing setiap jam 19.00 WIB untuk mancing bersama. Keseruan sangat terasa, saluran irigasi buangan air persawahan dan tidak ada ikannya disulap menjadi arena mancing. 

Entah, ide siapa. Tiba-tiba saluran irigasi yang dibangun dari dana Anggaran Dana Desa (ADD) tiga tahun silam disulap jadi arena memancing. Selain jadi saluran pembuangan air sawah, ternyata berguna untuk ajang kumpul atau silaturahim warga. Bukan satu desa saja yang mancing, tetapi antar kecamatan (Jatiroto, Rowokangkung, Kota Lumajang, Sukodono dan Randuagung). 

Arena memancing dekat kebun pohon jati, jadi ajang reuni teman saat SD, SMP atau pernah satu tpat kerja. Bahkan, jadi ajang kumpul sanak family. 

Obrolanpun beraneka ragam, mulai tanya kabar, pekerjaan, keluarga hingga politik. 

"Bagaiman kabarnya San?". 
"Punya Anak Berapa? Di,! "
"Sibuk apa? "
"Kerja dimana?"
"Boleh ambil rokoknya!"
"Siapa Capres Mu.?"


Bahkan, jika sudah mendukung salah satu capres, biasanya saat kail dimakan ikan dan ditarik. Para pemancing meneriakan nama capresnya antara Jokowi dan Prabowo. 

"Jokowi,"  teriak pemancing

"Yak.. Prabowo," teriak pemancing lainya. 

"Jokowi karo Prabowo macing juga," sergah pemancing di hulu disertai gelak tawa. 


Meski ada teriakan nama capres, masih dipenuhi dengan canda tawa, tidak ada perang komentar seperti di media sosial saling memuji atau merendahkan capres. Saya melihatnya dan mengamati para pemancing jauh lebih bermartabat berpolitik. Arena memancing mendinginkan adu argumen atau pendapat tim pemenangan pusat para capres di televisi. 

Saya amati para pemancing dikampungku jauh lebih dewasa, dibandingkan tim sukses dan pendukung capres di medsos. Mereka jauh lebih sibuk, bagaimana kailnya dimakan ikan atau masternya (Ikan paling besar). Mendapatkan Master jauh lebih prestice dibanding ngomong capres. Dasar orang kampung, No Lele, No Party. 

Keanehan mancing dikampungku, selain banyak-banyakan dapat ikan. Ternyata, sebelum mulai mencelupkan kail dengan umpan ke saluran irigasi. Para pemancing urunan Rp. 10 ribu setiap satu jorang dengan 2 kail. Usut punya usut, setiap pemancing diwajibkan membeli 1 kilogram ikan lele seharga Rp. 10 ribu. 

Jadi, jika ada 20 orang pemancing sudah berkumpul. Mereka melakukan iuran Rp. 10 ribuan untuk membeli ikan ke seorang pengelola arena mancing. 20 kilogram ikan lele ditebar ke saluran irigasi dari hulu ke hilir. Kemudian, dengan dikasih aba-aba hitungan mundur 3 ke 1, pemancing langsung mencari posisi dan memulai memburu ikan dengan jorangnya. 

Para pemancing seakan berlomba-lomba mendapatkan paling banyak ikan. Jurusnya macam-macam, mulai dari racikan umpan. 

Yang Paling Aneh lagi, umpan para pemancing gak kalah gila. Ada umpan biasa dari cacing tanah, telur ayam dan bebek, susu bayi dicampur telur mentah, ada susu dicampur madu. Bahkan, ada campuran umpan dengan minuman energy dan daging ayam mentah. 

Saya melihat fenomena mancing berbalut arisan. Mereka urunan bareng untuk beli ikan, kemudian dilepas di saluran irigasi disulap jadi kolam dan dipancing bareng-bareng. Siapa yang paling jago mancing dengan umpan racikan bisa memperoleh ikan banyak. Jika kailnya tidak dimakan oleh ikan, pemancing tersebut belum beruntung. 

Para pemancing di arena tak jauh dari rumah, bukan orang egois. Mereka juga saling berbagi umpan racikam andalan. Namanya juga rejeki, meski umpan teman pemancing lahap dimakan ikan. Namun, belum tentu kail dengan umpan yang sama dimakan ikan. Bisa-bisa berakhir dengan Zonk alias gak dapat ikan sama sekali.

Post a Comment

0 Comments