Recents in Beach

header ads

Aksi Vandalisme Rusak Citra Bola Lumajang



Even sepak bola di Stadion Semeru Lumajang dalam perhelatan penyisian pra Pekan Olah Raga Provonisi ( Pra - PORPROV) Jawa Timur cabang sepak bola dinodai aksi tak puji oleh oknum supporter yang mengaku mencintai olah raga si kulit bundar, Jum'at(1/3/2019). Aksi itu adalah Vandalisme. Perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni atau sarana-prasana publik.

Sungguh disayangkan, Lumajang yang sangat ramah terhadap pertandingan sepak bola tiba-tiba dicoreng oleh segelintir oknum suppoter. Aksi tak terpuji itu, melakukan vandalimse di tribun timur Stadion Semeru yang dibiaya APBD Lumajang 2018 hampir Rp. 5 Milyar. Mencoret dinding stadion dari uang rakyat baru 3 bulan selesai dibangun dirusak dengan cat hitam.

Aksi Vandalisme sudah banyak yang mengencam di dunia persepak bolaan dunia. Karena tindakan ini sudah mengarah aksi kriminalitas dan menodai sepak bola yang merupakan olah raga paling menjunjungi sportivitas dan fair play.

Aksi perusakan fasilitas milik publik kaki Gunung Semeru untuk olah raga, khusunya sepak bola. Bangunan yang dirusak secara brutal entah mengatasnamakan apapun, jelas merugikan.

Penulis melihat tindakan vandalisme yang mencoreng even sepak bola tingkat Provinsi Jawa Timur, sudah semacam bentuk agresi permusuhan. Oknum pelaku vandalimse telah membuat teror atau bentuk permusuhan dalam olah raga. Oknum ini ingin sekali membuat pengakuan dan jati diri dalam bentuk tindakan buruk.

Sudah banyak cara dilakukan oleh para kelompok supporter di dunia dan Indoensia dalam menanggulangi aksi Vandalisme. Mereka  bergerak sendiri memerangi kelompok vandalisme dan memberikan hukum moril yang tertangkap serta dijebloskan dalam penjara. 

Namun, ada juga yang dilaporkan ke aparat kepolisian, karena sudah pada tahap kriminalitas. Cara-cara Vandalisme sudah merusak citra olah raga untuk mewujudkan didalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat. Bukan, memunculkan tindakan negatif berujung aksi kejahatan publi,  seperti mencoret sarana tribun timur Stadion Semeru yang dibangun dari uang rakyat Lumajang. 

Para supporter di Lumajang perlu melakukan koordinasi dan komunikasi untuk menangggulangi aksi Vandalisme yang bisa merusak citra olah raga. Pasalnya, aksi oknum pecinta olah raga melakukan aksi corat coret tidak pernah dibenarkan dalam aksi dukung mendukung. Sebelum aparat kepolisian turun, lebih baik insan supporter di Lumajang menyelesaikan sendiri persoalan aksi Vandalisme para oknumnya.

Mari kita sebagai pecinta olah raga, khususnya sepak bola memerangi aksi Vandalisme yang merusak citra Lumajang untuk lebih hebat bermartabat. Stop dan perangi sekarang juga.

Post a Comment

0 Comments