Recents in Beach

header ads

Antara Hujan dan Coblosan






Judul diatas sama-sama Musim. Musim Hujan dan Coblosan. Hujan dalam tahunan. Sedangkan Coblosan 5 tahunan. Itulah perputaran waktu yang sama-sama ditunggu oleh umat manusia ditempatku tinggal.

Berbeda dengan musim nikah, bisa terjadi kapan saja. Tetapi, hari raya besar idul adha itulah yang kerap disebut musim kawin, tetapi masih saja ada tak setuju.

Kembali pada Hujan dan Coblosan, memiliki pengeseran makna di setiap konstelasi pesta demokrasi. Hujan itu air turun dari proses alam dari menguapnya cair air ke atas menjadi awan dan diatmosfer mengikat serta turun menjadi air lagi. Air hujan bisa dinikmati pada Oktober hingga Maret.

Coblosanpun demikian, bisa dimaknai merobek benda seperti kertas dengan alat tajam. Ataupun dimakna memasukan benda ke sebuah lubang pada sesuatu zat. Coblosan itu sebuah kegiatan populer dilakukan bersama-sama pada makhluk politik.

Hujan diarena politik dimaknai cost atau biaya. Bisa juga turunnya bentuk barang atau duit, bisa juga janji. Sehingga, para manusia politik bisa kebasahan dan kebanjiran rejeki. Hujan duit, gitu aja pake muter-muter nulisnya.

Coblosan itu dalam praktik demokrasi adalah Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (LUBER). Bukan kata dari suku madura bermakna habis. Coblosan 5 tahunan juga ada biayanya, ada menyebutnya Tongket (Sittong Seket), Polsek (Pol Seket), Samsat (Sama-sama Satus), Berse (Berres Ambik Pesse) dan masih banyak lagi. Ternyata, Coblosan bisa terpengaruhi banyak hal kata dan kalimat diatas.

Hujan dan Coblosan bukan hal yang bisa menentukan keterpilihan. Semua tetap ditentukan oleh DUIT, singkatan dari Do'a, Usaha, Ikhtiyar dan Tawakal. Semoga manusia yang ber-DUIT bisa seperti Hujan demi suksesnya Coblosan. Menghujam ke Bumi.

Post a Comment

0 Comments