Recents in Beach

header ads

Cafe Delight Lumajang Viral

Cafe Delight di google Maps

"Kasus Vannesa Angel, Rian Subroto dan Uang Rp.10 juta dalam dugaan Prostitusi online. Berdampak Viralnya Sebuah Cafe  Delight di Tengah Kota Lumajang. Dari viralnya pemberitaan negatif,ada hal positif."


Dalam 2 hari ini, usai persidangan Vanessa Angle dalam sebuah kasus dugaan Prostitusi Online. Mesin pencarian google dipenuhi dengan kota tujuan Lumajang. Ada sebuah Cafe diburu untuk diketahui profilnya dan tempatnya yakni, Cafe Delight Bistro di Jl. Hos Cokroaminoto Kelurahan Tompokersan - Lumajang.

Kenapa Cafe yang berada di pertigaan Timur Laut SMAN 2 Lumajang dicari para warganet dari luar kota. Ternyata, ada sebuah keterangan saksi dalam persidangan Prostitusi Onlone , jika Aktris Vanessa Angel dipesan di cafe ini.

Salah satu saksi dalam kasus pembooking aktris yang populer melalui program FTV sebua hiburan televisi memberikan pernyataan mengejutkan dihadapan Majelis Hakim.

Rian Subroto pengusaha asal jakarta yang memiliki usaha tambang pasir melakukan komunikasi dengan Dhani, salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) penghubung. Dhani inilah yang menghubungkan antara Rian dengan mucikari prostitusi onlie publik figur.

Cafe Delight Hits

Penelusuran penulis dari berbagau sumber informasi di mbah google, Cafe ini tergolong hits. Bahkan, ada ulasan dari Blooger, tempat ngopi paling hits dii Lumajang. Bukan hanya menyediakan minuman kopi, tetapi juga makanan kekinian.

Cafe Delight ini buka mulai jam 10.00 WIB siang dan tutup jam 22.00 WIB malam hari.Menawarkan tempat yang bersih dengan tata ruang sebuah cafe kekinian dan disukai anak muda.

Untuk makanan terjangkau untuk minuman dan makanan ringannya. Bahkan, para pengunjungpun sempatkan mengabadikan gambarnya baik seorang diri atau bersama-sama alias swa foto.

Dia akun instgram cafe yang terkenal dengan kawasan Gadingsari, menampilkan sejumlah foto yang sangat bagus dan mengonda siapa saja yang melihatnya. Pokoknya, bikin mencoba segala menunya. Bahkan ada Lunch Promo serba Rp. 10 ribu dan siap antar ke pemesannya.

Antara Cafe dan Prostitusi Online

Cafe memang salah satu tempat yang asyik untuk nongkrong sambil menikmati minuman dan makanan. Tak salah, bagi orang berduit pasti akan memilih tempat yang rekomended dan bagus tentunya.

Entah berapa kali Rian Subroto saat ke Lumajang mampir ke Cafe Delight. Yang pasti bagi seorang pengusaha untuk menemui rekan bisnisnya memilih tempat yang menawarkan pelayanan prima. Dari pengamatan dan penelusuran jejak digital, Cafe di Gadingsari memang layak untuk dikunjungi.

Cafe dan artis adalah suatu yang tak bisa dipisahkan. Kalangan artis di Indonesia saat menapakkan karirnya diindustri hiburan kerap menghabiskan waktu di cafe atau restoran. Biasanya publik figur menghabiskan waktu di cafe untuk istirahat dari kesibukannya. 

Kini para artis yang sudah sukses atau sudah tak lagi muncul dilayar kaca. Memilih bisnis cafe, restoran dan rumah makan untuk menyambung hidup saat tak lagi laku. Sudah banyak para artis bisnis didunia makanan, minuman dan tempat nongkrong. Seperti Raffi Ahmad, Baim Wong, Ruben Onsu dan lainya. Silakan berselancar sendiri didunia digital yang ada digengamanmu.

Prostitusi online dengan cafe sekaan tak bisa dipisahkan, biasanya bukan terjadi dikalangan artis. Dikota-kota besar, saat teknologi informasi dan komunikasi sudah maju sejak tahun 2000-an hingga kini. salah satu komunikasi dalam praktek pelacuran online makin santer, dulu promo melalui majalah atau tabloid orang dewasa. Kini promo melalui media sosial dipilih untuk mencari konsumen.

Prostitusi online diminati oleh kalangan artis dikarenakan gaya hidup yang sangat wah. Sehingga, untuk memenuhi gaya hidup mewah, jelas membutuhan uang. Cara instan dipilih oleh publik figur, dikarenakan malas untuk bekerja lainya.

Gaya hidup mewah terlihat gaya, memilih barang wah, liburan luar negeri dan rumah elit jadi alasan. Sehingga, oknum artis akan melakukan yang namanya prostitusi dengan para lelaki berduit. Ada sebuah pernyataan yang benar oleh Soimah di channel Youtube Rafi, jika seorang artis memiliki kemampuan pas-pasan bisa terjebak dalam jalan yang salah. 

Vannesa dan Lumajang

Kasus dugaan prostitusi online terhadap artis Vannesa Angel dengan pengusaha asal Jakarta, Rian Subroto yang memiliki bisnis tambang pasir membawa nama Kabupaten Lumajang menasional. Sehingga, menjadi perbincangan dan promos gratis bagi daerah di kaki Gunung Semeru.

Tidak semua kasus buruk menimpa orang luar yang melakukan bisnis di Lumajang akan berdampak pada daerah itu. Seharusnya ini perlu pemikiran gila yang positif, wabil khususnya kepala daerah untuk mengenalkan sisi potensi positif.

Kata Lumajang seakan menjadi brand besar untuk bisa diangkat ditengah pro-kontra informasi atas kasus sorotan publik dalam kasus prostitusi online. 

Lumajang bisa belajar dalam kasus Salim Kancil. Setelah peristiwa ini, Lumajang dikenal dan diketahui ada dibawah kaki gunung Semeru. Sebuah Kabupaten sebelum Jember, yang memiliki Universitas Negeri.

Sejak itu, Potensi Wisata Lumajang mampu melambung secepat kilat. Karena, pemerintah memfokuskan dan mengenalkan potensi wisata baik Gunung, Daratan dan Laut. Entah, siapa yang cerdik membaca peluang itu. Mampu menjalin sinergitas dengan media massa dan wartawan.

Sejumlah tempat wisata menjadi Booming, seperti Puncak B-29, Air Terjun Tumpak Sewu, Kebun Teh Gucialit, Segita Ranu dan Kesenian Khas Lumajang Jaran Kencak diakui sebagai warisan budaya tak benda. Kasus Salim Kancil seakan mencoreng nama Lumajang didunia investasi. Pemerintah malah menawarkan dunia investasi dibidang pariwisata.

Potensi keindahan pantai Selatan Lumajang dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Karena, pariwisata adalah investasi jangka panjang dan ramah lingkungan. Sayang, belum bisa dikembangkan, abrasi pantai selatan membuyarkan  harapan semua dan jalur lintas selatan Pasirian-Tempusari Putus. Jalur ekonomi mandek sementara dan jalan baru dirintis. 

Meski ada kendala di Lumajang selatan, sejumlah  obyek wisata berbasis masyarakat bermunculan. Mulai dikembangkan Hutan Sumbermujur, Air Terjun dan Kuliner. Saat itu, Lumajang mulai tumbuh sektor usaha mikro seperti warkop, cafe dan restoran menjamur di perkotaan. Hingga kini, jejak itu masih ada.

Kasus Vanessa, Rian Subroto dan Cafe Delight harus menjadi peluang pemerintah Lumajang untuk mengangkat namanya dipentas investasi Nasional dan Dunia. Mau menunggu kapan lagi, kalau bukan sekarang.

Post a Comment

0 Comments