Recents in Beach

header ads

Cak Ripa'i Banser Ikhlas Jaga NKRI




Suatu hari disebuah pengajian. Ada seorang berpakaian layaknya tentara. Para warga memanggilnya, Cak Ripa'i. Setiba dipetigaan jalan desa, menuju arah tempat pengajian. Dia sibuk mengatur lalu lalang umat. Sampai berkeringat, tanpa diberi air minum.

Beberapa kawanya dan orang menyapa. Sebagian meledek.

"Pai, kok wat mengawat, gak dibayar juga,"
"Jangan dim me kodim, Pai,"
"Kalah Tentara, biasa aja Pai,"
"Berhenti aja Pai, sudah ada tentara dan polisi,"

Saat Sang Kyai pengisi pengajian datang. Ripa'i sibuk mengatur jalan, agar tidak ada kendaraan. "Awas, Kyai-nya datang, mingir," ujarnya dengan keras.

Sang Kyai datang dan Ripa'i sudah didekat pintu keluar mobil. Kemudian, ajudan kyai keluar dan membukanya. Subhanllah, Ripa'i disapa Sang Kyai dan diberi sebotol air mineral. 
"Ini air, kelihatan capek sekali,"
"Terima Kasih Kyai," sahut Ripa'i. 
"Ayo temani aku kesana, tapi minum dulu,"
"Inggih kyai,"

Rifai bergegas berjalan didepan Sang Kyai. "Awas, kasih lewat," ujarnya untuk memberi jalan sang kyai dari umat yang mau bersalaman. 

Setiba didepan rumah, pegundang Kyai pengajian. Ripa'i langsung minggir untuk mencari tempat istirahat. Utusan tuan rumah mendatangi Ripa'i untuk meminta masuk ke dalam diajak makan bersama Kyai. 

"Sini Banser, makan dulu nanti jaga lagi,"
"Sampun Kyai, air belum habis,"
"Sudah makan dulu, itu air zam-zam baru bawa dari umroh. Kasih sama istri dan anak-mu,"

Semua penerima tamu sang Kyai Sontak kaget. Ripa'i tetap menundukan kepala. Kemudian makan bersama tamu dan undangan.

"Banser itu orang ikhlas dan setia menjaga ulama dan NKRI, gak ada bayarannya," ujar Kyai saat memberikan ceramah.

Ripa'i tak menyangka Sang Kyai memujinya. Ketika usai pengajian, sang istri dan anaknya sudah tidur. Dia kemudian menyimpan air pemberian sang kyai.

Ajaib Paginya, ternyata air yang tinggal 1/2 botol kembali terisi penuh. Istrinya diceritakan soal botol berisi air, terheran. Sang istri dan anak diminta untu meminum sesuai anjuram Sang Kyai. Sang istri yang awalnya sakit kepala sembuh dan keduanya diberikan barokah pandai sekolah.

12 tahun kemudian Cak Ripa'i bisa naik haji. Dia tetap melayani umat dan ulama penuh ke-ikhlasan untuk meraih berkah dalam menjaga islam rahmatan lil alami dalam balutan Ahli Sunnah Wal Jam'ah.

Cak Ripa'i terus mengamalkan baca'an Al-Ikhlas setiap usai sholat. Amalan ini dipesankan oleh sejumlah Kyai yang sering ditemui dan dijaga oleh Ripa'i. Mau tau keutamaan surat Al-Ikhlas, silakan search sendiri atau temui guru-mu. 

NB : Cerpen

Post a Comment

0 Comments