Recents in Beach

header ads

Dialogis Penguasa Diatas Kuasa





Santo seorang mahasiswa tingkat 4 disalah satu perguruan tinggi di kota pisang. Dalam kelas salah satu mata kuliah mengajukan pertanyaan mengejutkan ke Dosennya, Diro. 

"Pak, Siapa penguasa kota ini?" 

"Mereka yang punya rumah dan kantor dengan bangunan besar serta luas,"

"Lho, kok bukan bupati. Kenapa,"

"Zaman kerajaan bisa jadi, setelah bangsa ini dijajah bangsa asing seperti eropa dalam bentuk VOC. Selanjutnya berubah,"

Santo makin bingung dan seisi kelas seakan tak percaya. Melihat mahasiswanya gelisah, Diro memutar sebuah film. 

"Kalian lihat, film Hollywood ini,"

Usai 2 jam menonton film. Kebetulan, jam kuliah Pak Diro paling akhir di Jum'at Kliwon itu. 

"Kalian lihat para pemilik uang, berkantor digedung pecakar langit dan rumah kebun luas. Mereka bisa mengontrol kekuasaan, seorang walikota, senator dan legislator, jadi alat mereka memproduksi aturan mempelancar bisnisnya," jelas Diro.

"Maaf pak, tadi ada pelaku kejahatan dan narkoba juga dipakai sebuah kekuasaan? ,"Santo sampaikan pendapat. 

"Ya, saat pengatur kekuasaan terlibat persaingan, kelompok hitam dipakai bersama oknum aparat hukumnya. Dibalik kekacauan bagi mereka ada hasil, dibalik ketenangan kota juga ada hasil. Kekuasaan sama hal bisnis, di pasar bisa dilihat," jelas Diro. 

"Jadi rumit ya, kita bisa jadi obyek," ujar Dirman seorang mahasiswa lainya. 

"Sekarang kalian, mau jadi obyek apa subyek dari permainan manusia dalam sebuah kekuasaan," ungkap Diro melihat mahasiswanya keheranan atas penjelasan. 

Karena, sudah larut malam. Diro menutup perkuliahan. Biasanya, para mahasiswa ngantuk saat mengikuti mata kuliah jam terakhir Sang Dosen killer mantam aktivis 98 itu.

Post a Comment

0 Comments