Recents in Beach

header ads

Ibuku Perempuan Hebat




Ibuku itu, anak bungsu dari 5 bersaudara. Sejak kecil sudah dititipkan ke pamannya. Meski tidur dan makan bersama adik orang tuanya. Dia juga sering sambang pada bapak, ibu dan buyutnya.

Ibuku tak pernah bercerita, bagaimana dia tumbuh dewasa dan menjadi orang tua. Sosok ibu saat masih anak-anak hingga muda, ku ketahui dari saudara dan tetangga.

Ibuku sosok pekerja keras, dia di didik sebagai perempuan dalam adat budaya madura. Mampu menyelesaikan pekerjaan rumah dan ke sawah. . Ini terbukti, hingga sekarang tak bisa diam jika melihat isi rumah dan halaman berantakan. kolot gak ya. Tapi, ibuku hanya menyelesaikan sekolah sampai tingkat SD.

Ibuku suka olahraga sebagai pemain bola voli. Saya teringat ibu latihan setiap sore saat aku masih balita. Bahkan, saat ada pertandingan diantar oleh bapak.

Ibuku bukan tipe perempuan suka berkeluh kesah. Orangnya pendiam, tapu banyak bekerja. Pandai memasak dan buat kue. Setiap bulanya, ada saja orang yang memesan kue untuk pertunagan dan pernikahan.

Ibu dalam membantu kebutuhan keluarga, berjualan kerupuk dan gorengan ke pasar. Bapak yang bekerja sebagai pedagang, tentunya dalam soal penghasilan tidak menentu. Kadang untung dan rugi. Keuletan dia, ku dapat dari cerita saudara, tetangga dan rekan bisnisnya di pasar desa sebelah.

Ibuku pendiam, kalau gak diajak bicara tidak akan mengeluarkan perkataan. Akhirnyua, aku sering bercerita didepanya. Hal ini kulaku sejak kecil saa dia sedang memasak atau beristirahat dikamar. Aku mungkin dianggap anak cerewet atau bawel atau mungkin tukang bantah. hahahaha

Aku pernah bercerita pengalaman, kisah ketemu orang, ada masalah dan prestasi juga saat mengenyam pendidikan. Yang paling ku ingat, aku cerita seorang perempuan yang ingin kunikahi. Ibuku hanya tersenyum dan meledekku.

"Siapa yang mau ke kamu cong, hidupmu main melulu,"

"Nanti tak ajak dan ku kenalkan," ujarku

"Ya wes, seng penting nesser ke kakeh," jawabnya.

Akhirnya perempuan itu Ana Masruroh  yang kini jadi istriku dan ibu anak-anak.

Ibuku juga jadi pemimpin keluarga. Dikala bapakku sudah tiada. Dia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kakaku sudah bekerluarga dan aku bekerja sambil kuliah. Dia tak pernah mengeluh.

Ibuku sosok yang tegar dan selalu optimis menghadapi kerasnya kehidupan. Bagi dia, semuanya demi kesuksesan anak-anaknya. Dia juga tak bosan mengingatkan pada kedua buah hatinya untuk sayangi keluarga.

Ibuku itu millenial loh. Dia punya hanphone canggih dibelikan kakaku, Budi Purwanto. Kini, bersama Smartphone canggih itu bisa terhubung ke dunia luar. Bahkan, sering tertawa sendiri dikamar, jika ada video lucu kiriman saudara. Tapi, handphonenya sering dipinjam cucunya buat liat video di aplikasi Youtube. Kalau pulsa datanya habis, bakalan rame. hahaha.... Nenek Millenial Brow.

Ibuku itu luar biasa. 
Ibuku itu surgaku.

Post a Comment

0 Comments