Recents in Beach

header ads

Kritik Akal Sehat Rocky Gerung





Pemberitaan soal kedatangan Rocky Gerung ditolak di Jember dan kemudian mendapat panggung spektakuler di Lumajang, Kamis(7/3/2019). Inilah dua sisi alam Demokrasi bangsa Indonesia yang mendasar dibawah panji-panji Pancasila.

Indonesa yang menganut sistem Demokrasi Parlementer dengan memberikan semua warga negara memiliki hak setara dalam mengambil keputusan mengubah hidup mereka, dalam bermasyarakat, bernegara dan berbangsa diatur melalui Pancasila dan UUD 1945. Sehingga mampu tumbuh puluhan partai politik diawal indonesia merdeka.

Indonesia kemudian sedikit kelam dalam sistem demokrasi bernegara di rezim orde baru hanya ada 3 parpol. Kemudian, tumbangnya rezim otoriter di zaman Reformasi dan kembali menjamurnya partai politik.

Kebebasan berpendapat warga negaranya sudah sangat luar biasa, bisa dilihat dan dirasakan kebebeasan pers. Selama orde baru dibungkam, dibredel dan dimatikan urat nadinya. Kebebasan menyampaikan pendapat munculnya UU No.40 tahun 1999 tentang pers. Siapa saja bisa menyampaikan pendapat dimuka umum, kemudian aparat juga diwajibkan memberikan ijin bagi setiap warga negara meyuarakan aspirasinya terhadap negera sesuai dengan perundang-undangan.

Sejak kita Reformasi, kebebasan pendapat sangat terbuka. Apalagi, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi makin melahirkan media massa dari berbagai jenis saluran. Hingga, zaman millenal tak mau jauh dari teknologi komunikasi dan makin pesatnya media sosial digandrungi jutaan rakyat Indonesia.

Demokrasi yang diraih oleh rakyat Indonesia melalui reformasi, jangan sampai dibungkam sendiri oleh orang, kelompok atau jaringan mengatasnamakan bisa membawa kebaikan pada bangsa ini.

Rocky Gerung

Sosok atau tokoh pemikir yang populis saat muncul disebuah tayangan talk show televesi di TV-One, Indonesia Lawyer Club (ILC) yang di Prsenteri sendiri oleh Pimrednya, Bang Karni Ilyas. Pemikiran dari seorang mantan aktivis kampus, parlemen jalan yang kuliah di Universitas Indonesia. Pria asal Manado inipun dikenal sangat cerdas dan pintar dalam pemikiran politikn filsafat.

Kemunculan didunia publik melalui medium televisi dengan pemikiran kritis khas seorang filusuf mampu menghadirkan oase di khazanah intelektual. Rocky menyampaikan bagaimana kerja otak atau akal terhadap para politisi dan produk politik di negeri Indonesia.

Rocky secara tak sadar menjadi publik figur, sebelumnya dibatasi tembok menara gading. Kini publik memiliki wakil dalam se-pemikiran dan se nasib. Karena, kritik dalam sebuah proses filsafat adalah kerja intelektual. Bukan lagi, kerja like and dislike.

Rocky sebuah oase keterwakilan publik terhadap para penyampai pesan melalui medium lebih besar dijagad Nusantara. Meskipun, kesan, merk, cap dan framing tak mampu dihindari.

Rocky dan Filusuf

Pemikiran Rocky Gerung dalam dunia filsafat  saat di Lumajang soal "Akal Sehat" memang tidak mengagetkan dalam ilmu pengampu ini. Namun, bagi masyarakat yang rendah dalam budaya literasinya bisa dianggap sebuah gangguan.

Kita bisa melihat langsung bagaimana seorang Filusuf besar Plato yang diasing dari sebuah pemerintah besar di Eropa. Aristoles sang murid dari plato. Demikianpula Socrates.

Di Rusia, Immaunel Kant dalam pemikiran Kritik Akal Budi Praktis di asingkan. Padahal pemikiranya diterima disebuah Madzab Jerman sebagai filusuf. Khan mengkritik kerja akal budi manusia sebagai praktis bisa menyebabkan kerusakan dunia.

Namun dalam perkembanganya, pemikiran filusuf Eropa yang dulu dikenal sebuah pemikiran gila. Kini sudah menjadi pijakkan kerja-kerja Intelektual dalam memberikan khazanah ke-ilmuan di dunia.

Akal Sehat Rocky

Ketika menjadi menjadi pembicara di Lumajang dengan tema besar Akal Sehat. Rocky mengajak undangan atau tamu yang datang di acara disebuah Gedung di Jl. Embong Kembar, menggunakan akal sehatnya dalam melakukan kerja-kerja sebagai manusia seutuhnya. Sehingga, manusia atau orang tidak lagi termakan oleh sebuah dogma dari akal sehat orang lain demi sebuah tujuan tertentu.

Pemikiran Rocky memang dianggap diluar nalar bagi sebagian besar masyarakat yang nilai literasinya rendah. Karena, sering memakai kata-kata ilmiah yang tak akrab ditelinga umumnya. Ketika rangkaikan kata di otak Rocky terlontar melalui mulut dengan medium lainya, bisa memiliki makna dan pemahaman lain bagi yang mendengarnya.

Rocky memiliki panggung setelah lama tidak menjadi dosen di UI sebagai pengamat politik. Panggung yang diperuntukan untuk Rocky kerap dikesankan ada kepentingan politik. Meskipun dalam dipemberitaan media massa, si Gerung tidaka masuk dalam tim pemenangan salah satu Capres.Kritik yang disampaikan oleh Gerung memang mengarah pada rezim saat ini bertahta.

Melawan Pemikiran Rocky

Disinggung penulis diatas, apa yang dilakukan oleh Rocky Gerung adalah kerja-kerja pemikiran intelektual melalui dunia filsafat. Mengenai pernyataanya menyinggung orang, kelompok dan jaringan, sebuah resiko dari sebuah acara intelektual ditengah pusaran politik.

Penulis mengajak pembaca untuk lebih sering meningkatkan budaya literasinya dibidang pemikiran filsafat dalam ilmu lainya. Rocky memiliki prespektif filsafat politik yang sedang pesta pora.

Filsafat adalalah kerja-kerja berpikir otak  manusia yang bisa ternoda oleh ilmu yang didapat dan pengalamannya.Dari kerja pikir ada hati yang bisa merasakan, bukan malah menjadi manusia pendusta. Otak bekerja ke selatan, tetapi tubuh bergerak ke utara. Hatipun jadi galau. Itulah berpikir atau bekerja mendapat gangguan, bukan lagi murni dalam pikiran bersih. Bukan akal sehat, tetapi akal sesat.

Rocky Gerung sebuah khasanah intelektual politik demokrasi bangsa yang memberikan kebebasan pendapat bagi warga negaranya. Marilah kita memakai akal sehat kita dalam memilih pemimpin, bukan karena faktor mendapat kue kekuasaan, proyek, jabatan, masuk birokrasi atau setumpuk uang.

Kedatangan Rocky Gerung adalah iklim demokrasi tak jauh jauh dari kerja intelektual yang dinamakan Kritik. Menukil kata-kata Socrates filusuf kenamaan, " Cobalah dulu, baru cerita.Pahamilah dulu, baru menjawab, pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap.". 

Post a Comment

1 Comments

  1. hikz...biasa ajah. karena kami sudah sehat dan waras sekaligus.hahahaha

    ReplyDelete