Recents in Beach

header ads

Orbituari : Ipda Dimas Polisi Dekat Warganet Itu Berpulang

Ipda Dimas Sugeng Widodo in Memoriam

"Ipda Dimas Sugeng Widodo sosok anggota polri yang dikenal sangat dekat dengan para warganet di Lumajang. Sikap murah senyum, ramah dan egaliter dalam membangun komunikasi mudah diterima setiap ide serta gagasanya untuk menjadi Polri dekat dengan masyarakat melalui dunia maya,"

Dalam 3 hari ini, di beranda Facebook dan Messager penuh dengan kabar seorang polisi tampan, ramah dan egaliter. Ipda Dimas, pernah bertugas di Polres Lumajang sedang sakit keras dan kabar dia menghembuskan nafas terakhir di RS Bhayangkara Polda Jatim, hari Minggu (24/3/2019).

Selamat jalan mas, tugasmu telah usai. Cita-citamu tentang pekerjaanmu sebagai anggota Polri ingin dicintai masyarakat masih tergiang dikepalaku. Terlalu cepat aku mengenalmu dan kau meninggalkan kami dengan kesan mendalam. 

Senyum-mu begitu khas itu memang mengundang banyak orang ingin mengenalmu. Semoga kau tenang dalam Lindungan Allah SWT. 

Saya harus menulis tentang anggota polri satu ini. Tahun 2017,  Mas Dimas bertugas di Lumajang. Pria asal Blitar ini menjadi anggota Bintara Polri dengan ditempatkan di Polresta Probolinggo. Bahkan dia menikah seorang gadis di kota angin itu.

Kemudian ikut tes calon perwira (Capa). Ketika lulus menjadi Ipda mendapat tugas baru di Polres Lumajang. Dia langsung dipercaya untuk menangani bagian Humas dalam membuat dan menyajikan informasi kegiatan kepolisian resort kaki Gunung Semeru. 

Mengenal dia saat berkunjung ke Ruang Humas Polres. 

"Assalamualaikum," uluk salamku saat itu. 

"Walaikum salam, masnya cari siap," jawab polisi tampan itu. 

"Saya harry, wartawan yang biasa liputan," ku mengenalkan diri. 

"Monggo mas, bisa saya bantu," ujar Ipda Dimas. 

Itulah sekelumit perkenal dengan dia. Kabar yang kudengar di Mapolres waktu itu. Bagian Humas akan dikendali seorang polisi muda yang punya kemampuan di teknologi informasi.

Kepercayaan pada Ipda Dimas langsung dari Kapolres, AKBP Raydian Kokrosono. Seingatku, kapolres gaul sekaligus penghobi tenis dan sepak bola ingin membantu cintra polri dekat dengan masyarakat melalui dunia maya. 

Mas Dimas meski memiliki kemampuan soal dunia maya dan menyiapkan hal-hal publikasi. Dia bukan menonjolkan kemampuannya, tetapi memilih bertanya dan menyerap ilmu dari orang yang dianggap lebih bisa. Kemampuan mendengar dan berbicara bila perlu adalah gaya pergaulan khasnya. 

Hanya beberap bulan di Humas, Dimas dipercaya untuk mengisi salah satu jabatan di Satlantas Kanit Adiyaksa. Kemudian ke unit Lakalantas. 

Memegang jabatan baru, silaturahim saya dengannya tetap terjaga. Bahkan, ketika banyak unggahan kejadian kecelakaan di media sosial dan jalan rusak menjadi penyebabnya. Dia malah mengajak diskusi untuk menekan angka kecelakaan di Lumajang. 

Ya, ku ingat. Dia menjadi teman diskusi yang baik dan tidak mudah menyalahkan warganet. Dimas memilih dan memilah informasi berbagai sudut pandang untuk menentukan kebijakannya.

Saya kemudian memberi saran, agar Mas Dimas rajin bertemu dengan pengurus grup facebook. Sehingga apa yang diharapkan Polri dalam pelayanannya bisa dibantu teman-teman. Ternyata, beliau dengan cepat dan tanggap menjalin komunikasi bukan hanya di dunia digital tetapi dalam dunia nyata. 

Salah satunya, ikut bermain bola dengan grup facebook. Hadir dibeberapa kopdar dan mudah sekali akrab bersama netizen. Tak jarang dia menawarkan bantuan polri atau pribadi bila ada kegiatan para netizen. 

Dimas, memiliki kemampuan manajemen bagus. Dia dipercaya sebagai Manajer Tim Sepak Bola Bhayangkara Semeru Polres Lumajang. Ketika ingin mendapat banyak dukungan masyarakat, Mas Dimas tak segan untuk menjalin komunikasi dengan supporter Semeru Mania. Piawai dalam komunikasi dan koordinasi, Semeru Mania langsung melakukan tret tet tet ke Jember berikan dukungan ke tim sepak bolanya. 

Mas Dimas almuni Paskibra di kota kelahiranya, juga sosok suami dan bapak yang baik bagi keluarganya. Dia bercerita soal berjodoh dengan istrinya berawal ikut sebagai duta wisata Kota Probolinggo. Dari pernikahannya lahirlah dua anak, seorang perempuan dan laki-laki. 

Saat bertugas di Lumajang, Dimas menyempatkan waktu pulang ke Probolinggo. Jika kesibukan pekerjaan padat, dia memilih tinggal di kontrakkannya. Hanya melalui video call untuk mengabarkan kondisi terkini pekerjaan pada istri dan buah hatinya. Dimas juga memiliki hobi bermusik dan ditularkan ke anak-anaknya. Dia bercerita juga soal studio musik mininya. Salah satu grup musik idolanya adalah Dewa 19.

Sebelum meninggalkan tugas di Lumajang. Ternyata, dia ikut tes untuk menjadi ajudan Kapolri dan Kapolda,  kalau tidak salah. Bahkan, kabar yang beredar di Mapolres Lumajang, tes dan ujian mampu dilahapnya. Saya pernah menelponya untuk mengucapkan selamat dan sukses jika tak lagi di Lumajang. 

Menulis tentang kebaikanmu membuat begitu berkesannya dirimu selama di tanah Lumajang. Kabar duka melalui pesan berantai dan ucapan bela sungkawa di media sosial di Lumajang adalah buah dari hubungan baik selama ini. Selamat jalan Mas Polisi baik hati dan murah senyum. Semoga segala amal ibadahmu diterima disisinya. Saya pribadi sangat bangga bisa mengenalmu meski sebentar saja di dunia ini

Post a Comment

0 Comments