Recents in Beach

header ads

Pesan Bapak Soal Ilmu





Ingat pesan almarhum bapak, suatu saat ada zaman orang pintar berebut benar. Bedanya hanya ilmu dan gurunya.

Obrolan dengan bapak semasa hidup, penuh banyak filosofi dan pesan keadaban sebagai manusia. Saya sendiri waktu itu, bingung juga memahami setiap petuah atau pernyataannya. 

Bapakku bukan tipe kolot, tapi terbuka dalam berdiskusi. Bagiku, sosok demokratis dalam bersikap atau bertindak. Kalau dalam ilmu berhitung, dia pakai kalkulasi dampak baik buruknya. Bahkan, dia tak pernah panik dalam menghadapi perubahan. 

Pesan beliau adalah tetap menuntut ilmu. Jika tidak bisa membantu orang lain, minimal dan maksimal membantu diri sendiri. Jika sudaj banyak ilmu pengetahuan, jangan mudah mudah memvonis benar atau salah. Karena, semua itu yang menilai tuhamu. Kalau dalam bernegara, Legislatif, Yudikatif dan Ekaekutif. 

"Biar pak polisi, tentara, hakim, pegawai negeri bupati, sama wakil rakyat menilai dan menghukum, meskipun nilai keadilan belum benar-benar adil.," ujar bapaku. 

Jadi pisahkan, mana urusan keyakinan sama bermasyarakat alias bernegara. Semua hal yang terjadi pada manusia, kata bapak, ingin hidup nyaman. Manusia tak mau alakoh alias diam saja sudah. Siapa manusia mau ke neraka, pasti ke surga?. 

"Jika manusia sudah mengukur kadar surga dan neraka, dipastikan urusan dunia kebelakangnya," ungkap almarhum. 

Kalau sebuah diskusi ilmu agama dilakukan diruang terbuka. Niscaya akan banyak salah pemahaman bagi manusia yang tak punya ilmu dan pengalaman. Dakwa itu juga ada batasan dalam menyampaikan dimuka umum. 

"Dalam mencari ilmu, ada yang pantas disampaikan terbuka dan ada yang terbatas satu, dua dan tiga orang," papar bapak. 

Jangan asal ngutip sesuatu hal dalam sebuah buku, kitab, musyaf. Apalagi lagi Al-Qur'an dan Hadist, karena tafsir dan maknanya bisa berbeda jika kurang ilmu. 

"Hati-hati jauh lebih baik, dibanding berdebat atau berdiskusi soal ilmu," terangnya. 

Banyak ilmu juga tak bisa diterapkan disituasi dan kondisi tertentu. "Masak mau pakai pisau buat pecah batu gunung," pesannya.

Post a Comment

0 Comments