Recents in Beach

header ads

Tuman Kata Pergaulan Ketika Viral




Beberapa hari ini, di beranda Medsos sedang dibanjiri meme dengan tema "Tuman". Entah siapa yang mempopulerkan, tetapi langsung menjadi viral dan digandrungi oleh para pengguna medsos, khusus facebook di Lumajang.

Kata tuman dipakai disebuah meme, didahulu pernyataan atau dialog. Kemudian diakhiri tuman, dengan gerak gambar karikatur manusia menempeleng lawan bicaranya. Baik gambar sesama lelaki atau lawan jenis.



Kata Tuman di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menjadi biasa. Tuman itu adala bahasa jawa dan madura juga memiliki arti biasa. Biasanya kata tumah digabung dengan kata lainya, semisal Ben Gak Tumah ( Biar Tidak Biasa, Jawa), Male Tak Toman ( Biar Tidak Biasa, Madura).

Kata Tuman memang tidak asing bagi masyarakat Pendhalungan seperti di Lumajang (Jawa dan Madura). Karena sudah menjadi bahasa sehari-hari atau pergaulan. Ada unsur keakraban antar dua orang yang tiba-tiba melontarkan kata Tuman.



Tuman disekitar kita

Pemakaian kata tuman, sering digunakan oleh seseorang pada temanya yang memiliki kebiasaan, kesukaan atau kegemaran pada keusilan atau tindakan kebaikan. Kebiasan teman yang buruk dan sering dibilan tuman diberi kata iki, Tuman Iki. 

Ada seorang teman yang suka mencubit, kemudian ditegur dengan nada Tuman Iki. Dengan memegang tangan atau mencubit lagi tanganya dengan maksud menunjuk si orang bersangkutan. Atau dengan sering ngupil dan ditegur kalimat "Tuman iki". 



Kadang orang tua kita menegur anaknya yang sering bangun siang dan sulit dibangunan. Biar gak tuman bangkong atau tidur kesiangan disiram dengan air. Kemudian sang ibu atau bapak saat menyiram diikuti kalimat "Ben Gak Tuman", maksudnya biar tidak biasa bangun siang dengan disiram pakai air.

Disekolah, bila ada ujian atau ulangan harian. Para siswanya tidak suka nyontek alias ben gak tuman nyontek. Biasanya buku tulis atau buku paket diminta dikumpulkan didepan kelas dibawah papan tulis. hehhe, ingat saat ujian gak sinau.

Kata Tuman yang sering dipakai adalah, Ben Gak Tuman, Male Tak Toman. Tuman Iki, Toman Riyah.

Viralnya kata Tuman ditengah kemajuan teknologi atau di zaman pop culture, bahwa kata dalam bahasa jawa yang dikatakan tertinggal dari kata-kata alay malah mampu menembus bata-batas modernitas budaya dunia digital. Tuman sebuah kerinduan yang tiba-tiba muncul menjadi kehausan kata-kata alay baru.

Di Film Bayu Skak, kita bisa belajar dan memahami, bahwa budaya kita gak kalah jauh dengan modernitas barat. Malah, keintiman kata Tuman untuk sebuah pergaulan mengingatkan jejak hidup manusia millenial dikala itu.

Selamat melepas kerinduan warganet kaum millenial, apakah anak cucu kita nantinya akan mengenal Kata Tuman. HP-an tok, tuman iki. Marilah kita ber Tuman Ria.

Post a Comment

0 Comments