Recents in Beach

header ads

Andik Vermansyah Menangis di GBT



"Andik Vermansyah menangis saat diminta ikut dalam ritual menyanyikan lagu athem " Song Of Pride Persebaya". Dia yang dibesarkan klub asal Surabaya harus melawan tim kebanggaanya disaat memperkuat tim Madura United."

Sepak bola memang selalu menghadirkan cerita dan drama disetiap jelang laga, pertandingan dan pascanya. Beragam kisah sepak bola negeri ini mewarnai perjalan perjuangan kemerdekaan. Sehingga, sepak bola di Indonesia selalu menunjuan identitas dan idealisme bagi pemain dan pendukungnya.

Laga Semifinal, antara Persebaya Vs Madura United. Ada kisah seorang pemain yang sejak masih kecil menjadi pendukung dan pemain. Namun, adanya dualisme persebaya membuat si pemain yakni Andik Vermansyah harus memilih bermain di negeri orang yakni Malaysia.

Ketika Persebaya kembali ke kompetisi Indonesia, setelah berjuang untuk diakui Federasi sepak bola bangsa ini (PSSI,red). Persebaya berjuang dari Kasta ke 2 dan naik ke Kasta teratas kompetisi di Negeri Garuda Pancasila ini.

Andik Vermansyah pulang ke Indonesia, keinginan untuk bermain klub yang membesarkan namanya tidak bersambut. Bahkan, ada kisah pelik untuk bisa berseragam bajol ijo. Mulai dari perang medsos, serta surat terbuka presiden klub Green Force. Akhirnya Andik memilih Madura United sebagai pelabuhan untuk karir sepak bolanya.

Andik Main di GBT Lagi

Diberbagai media massa baik online, televisi, radio dan koran membahas tentang apakah Andik akan bermain melawan tim kebanggaanya. Karena, kabar santer dari kontrak kerja dengan Madura United, Andik tidak akan turun untuk melawan tim asal Surabaya tempat tinggalnya.

Andik jadi buruan para wartawan untuk mendapatkan pernyataan sebagai sepak bola profesional dan si mungil sebagai pendukung Persebaya. Berbagai dugaan Andik turun dan tidak menjadi pembahasan insan sepak bola Surabaya "BONEK". Di berbagai media sosial banyak sekali pro kontra, terhadap pemain yang diharap menjadi ikon Green Force.

Dalam line Up, nama andik tidak muncul diskuad Utama. Namanya muncul sebagai pemain cadangan. Disitulah menjadi penafsiran dan dugaan berbagai macam friksi dikalangan pecinta sepak bola klub asal kota Pahlawan.

Andik tidak bermain dibabak pertama dan skor antara tim berjudul Bajol Ijo dan Sape Kerap berakhir dengan skor kacamata. Babak kedua, Andik menjadi pemain penganti dimenit 56 untuk pertama kalinya bermain di Hadapan ribuan BOnek.

Andik terlihat canggung dan dilayar kaca muncul suara kata huuuuuu. Hal itu muncul disaat si Mungil memegang bola, tetapi dia tidak terpengaruh. Sebagai pemain profesional, Andik bisa menunjukan kapasitasnya pesepak bola.

Andik mampu merepotkan lawan dan tendangan jarak jauhnya ke gawang Miswar sebagai ucapan selamat bertemu kembali. Andik juga nyaris mencetak gol, dikala mendapat operan dan melakukan tendangan jarak jauh. Dia tidak beruntung dan belum membuat drama yang mampu dikenang atau dikecam.

90 Menit pertandingan telah usai, Persebaya mampu unggul dengan skor tipsi 1-0 atas tim pulau garam - Madura. Andik mega bintang yang melambung tinggi saat tekel pemain dunia, David Beckamb memperkuat tim asal negeri Paman SAM. Andik tetap dicintai dan dielukan.

Andik Menangis di GBT

Hati Andik Vermansyah memang berkecamuk dan campur aduk. Harus melawan tim kebanggaan dan idaman saat masih kecil dan pernah dibelanya ditahun 2000-an hingga harus dibanned oleh PSSI. Entah perasaanya seperti apa, tapi ku yakin dia bermain bola tanpa hati. Perang Emosi dalam dirinya saat ke GBT melawan Bajol Ijo tak bisa diungkapkan dengan kata.

"Saya harus kuat," ungkap Andi dalam hati mungkin.

"Aku Harus bisa,"

"Aku Pesepakbola Profesional," dalam hatinya mungkin.

"Ya Allah, kuatkan hambamu ini," dalam do'anya mungkin juga.

Yang jelas, dalam tubuh Andik, Hatinya berkecamuk. Tubuhnya bergetar. Kakinya berat untuk melangkah. Ini permainan. Ini nyata. Dan ini kenyataan untuk harus bermain.

Usai laga, pemain Madura mendatangi bench Persebaya. Demikian pula Andik untuk menyalami pemain cadangan dan official Bajol Ijo. Disaat pemain persebaya hendak melaksanakan ritual " Song Of Pride Persebaya". Ribuan Bonek, meminta Andik ikut serta ke tengah lapangan bersama pemain Green Force.

"Andik, Andik, Andik," teriak ribun Bonek mengema.

Andik akhirnya berjalan ke tengah lapangan GBT untuk mengikuti ritual menyayikan lagu Athem kebanggaan arek Suroboyo. Andik bernyanyi bersama Bonek. Ketika lagu sampai pada bait, Ku Selalu Mendukungmu Persebaya. Tangis Andik pecak dan menutup mukanya dengan kedua tanganya. Entah seperti apa perasaanya dan gejolak jiwanya, hanya Andik yang tahu. Lagu Athem terus berkumandang dengan tangis Andik.

Satukan Semangatmu Bajol Ijoku
Do'a akan selalu menyertaimu
Ku yakin kau pasti bisa
Taklukan Lawan
Ku Selalu Mendukungmu Persebaya

Usai lagu Athem Selesai, Andik masih menangis dan didatangi pemain Persebaya lainya. Kemudian aplaus dari ribuan bonek.Andik dipeluk oleh pemain Persebaya.

Andik saat berjalan keruang gant mendapat tepuka tangan dari Bonek dari Tribut Barat VIP. Didampingi Official dari Madura United, Andik harus bergabung dengan rekan satu timnya lagi.



Disinilah ada rasa kemanusiaan. Sepak bola bukan soal menang kalah, juara atau kekerasan demi mendukung tim kebanggan. Ada nilai Kemanusian seorang pemain sepak bola. Karena olah raga ini hanya 45 X 2 menit. Selebihnya bersaudara dan berbangsa setanah air Indonesia.

Andik diminta ikut dalam ritual "Song Of Pride Persebaya" sebagai bentuk keluarga. Tidak ada musuh abadi, tidak ada kawan sampai mati. Sepak bola selalu hadirkan manusia-manusia seutuhnya, bukan menghadirkan permusuhan antar manusia. Sudahilah, kekerasan dan permusuhan bagi elemen sepak bola baik Supporter, pemain, klub dan politikus yang mengambil untung dari riuhnya serta gegap gempita sepa bola negeri ini. 

Post a Comment

0 Comments