Recents in Beach

header ads

Arema Bangkit di Piala Presiden 2019

Arema ke Final Piala Presiden 2019. Sumber Foto (Instagram  resmi Aremafcofficial)


Arema FC ke partai puncak Final Piala Presiden 2019 usai mengandaskan Kalteng Putra dengan skor telak 3-0 di Banjarmasin. Tim kebanggaan Arek Malang menang besar dengan aggregat 6-0 atas Laskar Isen Mulang, Jum'at(5/4/2019) malam ini.

Singo Edan benar-benar menjelma menjadi tim menakutkan ditahun 2019 ini. Gagal di Piala Indonesia, tak membuat Hamka Hamzah dan kawan-kawan perfomanya menurun dratis seperti Maung Bandug tersisi di babak awal Piala Presiden.

Dibawah asuhan Coach Milo, Arema bermain agresif dalam menyerang dan bertahan. Motor serangan dikoordinir oleh Makan Konate dalam mengacak-acak pertahanan lawan. Dua striker berkecepatan nan linack, Dendik dan Ricky Kayame sulit dibendung oleh bek-bek lawanya.

Dijangkar pertahanan ada sang Striker yang tertukar, Hamka Hamzah. Dia salah satu Bek tangguh yang dimilik Indonesia usia diatas 30 tahun dan enerjik. Dikala tim mengalami kebuntuan untuk mencetak gol, Hamka Hadir sebagai pahlawan untuk menganti peran striker.

Hadirnya dua pemain asing yang dihadirkan yakni, Pavel Simolychenko dan Robert Lima belum menunjukan kelasnya. Bahkan, pemain anyar Arema seperti Ricky Kayame yang tidak diperpanjang Persebaya menjelma striker pengobrak abrik. Pemain mudanya Jayus mampu menjadi kekuatan baru untuk mengisi seniornya sedang dalam performa menurun.

Singo Edan Bangkit

Piala Presiden 2019 menjadi titik balik Arema untuk menunjukan sebagai tim besar asal Jawa Timur untuk Indonesia dan Dunia. Arema adalah tim besar saat masih diperkuat oleh Christian Gonzales ditahun 2013-2017. Arema sangat amat ditakut dan sulit dikalahkan lawan-lawanya jika bermain dihadapan pendukung maupun di laga tandang.

El Loco selalu menghadirkan piala di lemara tim kebanggaan Arek Malang. Bahkan koleksi gol di Arema sebanyak 85 buah dari 102 penampilannya.

Arema di Piala Presiden 2019 berada di Grup E bersama Barito Putra, Persela Lamongan dan Persita Tangerang. Dilaga melawan Barito, Arema menang skor tipis 3-2. Peyumbang gol Singo Edan oleh Dendik Setiawan 2 gol dan Hardianto 1 gol.

Dilaga kedua, Arema dibekuk oleh Persela meski main dihadapan pendukungnya dengan skor 1-0. Dilaga ketiga, Arema menang atas Persita dengan skor 2-0 dan lolos sebagai Runner Up terbaik ketiga.

Babak 8 Besar, Arema bertemu dengan Bhayangkara FC menang telak dengan skor meyakinan 0-4 meskipun main dikadang lawan. Tim yang lahir dari dualisme Persebaya dibuat kocar kacir dan tak bisa mengembangkan permainan.

Di Semifinal Arema mampu menghempaskan tim asal Kalimatan Tengah dengan kekuatan pemain Liga 1. Besutan Gomes Olivera dibuat tak berkutik dengan kekalah skor telak 3 kosong didua kali pertandingan dengan sistem Home-Away.

Mengulang 2017

Kembalinya permainan Arema diasuhan Milomir Seslija bermain spartan dengan tenaga tanpa lelah seperti Singo Edan senyata-nyatanya. Apalagi, dukungan dari Aremania mulai mengalir dan Stadion Kajuruhan selalu dipadati.Arema tunjukan sebagai tim besar dan kuat dipentas sepak bola Nasional.


Arema di dua tahun terakhir mengalami persoalan dan selalu ada di papan tengah Klasemen Gojek Liga 1 ditahun 2017 peringkat 9 dan ditahun 2018 diperingkat 6.

Milo sang allenatore sebenarnya tidak asing dengan Arema, karena ditahun 2012 pernah menukangi tim berhome base di Kajuruhan itu. Dia sangat piawai dalam meracik pemain dan mendatangkan pemain potensi dibutuhkan oleh tim.

Apakah Milo bisa sesukses Aji Santoso ditahun 2017. Saya rasa sangat mungkin dengan permainan cepat dan menusuk ke jantung pertahanan lawan dari kedua sayap dan lini tengahnya. Mengandalan pemain cepat dan lincah.

Dilini belakang Arema memiliki 4 quartet tak tergantikan yakni, John Alfarizi, Hamka Hamzah, Artur Cunha dan Alfin Tuasalamony. Ada Gelandang, Makan Konate, Hendro,Hanif Sjhabandi. Lini Depan ada Dendik didampingi Ricky Kayame dan Dendy Santoso.

Kunci permainan di Arema adalah bermain cepat dalam menyerang dan bertahan dengan kuat. Apalagi, Alfin dan Alfarizi sering membantu serangan. Makan Konate sebagai jenderal lapangan tengah untuk menyerang ditopang oleh Hanif dan Hendro. Hendro mampu menjaga kedalaman.

Hanif memapu menjadi penopang dari Makan Kontae. Sedangkan Rikcy Kayame dan Dendy Santoso sebagai pengobrak abrik lini pertahanan. Tak lupa dua jangkar kuat dalam bertahan Artur dan Hamka menjadi peyangga saat lawan menyerang.

Arema mampu menjadi tim paling aktif menyerang dibanding bermain pasif bertahan. Dikursi pemain cadangan ada supper sub luar biasa, seperti Hardianto, duao pemain asing Pavel dan Robert Lima menjadi pembeda.

Permainan cepat Arema dan keras dulu sangat dikenal. Namun, saat ini lahir kembali dengan bermain cepat dan atraktif melalui skiil individu dalam permainan 4-3-3 bisa berubah menjadi 4-1-3-2  dan 4-3-2-1. Singo Edan makin bertaring dan terasah, siap menerkam lawanya di Final.

Kita tunggu laga Semifinal lainya antara Madura United Vs Persebaya. Siapa lawan Arema, yang jelas Singo Edan tak takut harus berhadapan dengan tim manapun. Jika nanti bertemu melawan Persebaya, dipastikan bakalan rame penuh gengsi. Apalagi, dua pendukung tim tersebut dikenal fanatik dan sering terlibat friksi baik didunia nyata dan maya. Semoga Piala Presiden menjadi bangkitnya sepak bola negeri dan bersatunya para supporter negeri ini. Salam sepak bola Indonesia.

Post a Comment

0 Comments