Recents in Beach

header ads

Persebaya Harus Belajar ke Arya Wiraraja

Arema Vs Persebaya Laga Menciptakan Sejarah Baru Piala Presiden 2019


Leg pertama Final Piala Presiden 2019. Persebaya ditahan imbang oleh tamu sekaligus rival Arema FC dengan skor 2 - 2. Langkah semakin berat bila dianalisa secara matematika bagi klub asal Surabaya di Leg kedua. Namun, dalam sepak bola tidak ada yang tidak bisa. Selalu menghadirkan kejutan dan cerita panjang. Hasilnya belum ada kok. Tunggu saja.

Meskipun Piala Presiden memakai sistem Home and Away tahun ini. Tetapi tidak mengurangi keseruan, berdebarnya jantung dan kualitas pertandingan bola kaki di Negeri ini. Sepak bola sudah menjadi olah raga paling disukai dan diminati sejak dikenalkan oleh Kolonial belanda.

Ditahan imbang Arema. Pendukung Persebaya, Bonek dibuat kecewa dan harapan di Leg ke 2 bisa mengalahkkan musuh bebuyutan. Leh pertama membuat puluhan ribuan bonek terdiam dan lagu "Song Of Pride" sepi dari gaungan Bajol Ijo.

Sementara, Arema usai pertandingan langsung kembali ke tanah Singosari. Aremania menyambut rombongan Singo Edan seperti juara. Nyanyian dan nyala flare semakin menandakan untuk kedua kalinya menangangkat piala terbuat dari kayu jati, Hasil karya ukirann seniman patung ternama Indonesia, Ida Bagus Lasem asal Bali.

Dari tahun 80-an hingga 2000-an, Arema bermain dikandangnya sendiri sulit untuk dikalahkan. Sudah banyak korban bertekuk lutut di Stadion Kanjuruhan kebanggaan arek Malang.

Di Liga 1 2018, Persebaya harus menelan pil pahit kalah 1-0 dihadapan ribuan Aremania. Singo Edan terlalu tangguh untuk terkapar dikadang sendiri. Apalagi, Aremania bakalan all-out untuk memberikan dukungan saat menghadapi rival dari kota Buaya.

Di Piala Presiden, Arema dibabak penyisihan grup kalah dari Persela dengan skor 0-1. Sehingga, Hamka Hamzah harus berjuang mati-matian dilaga terakhir. Persita diberondong 2 gol untuk memastikan sebagai runner up terbaik dengan koleksi 6 poin.

Persela yang tak pernah menang melawan Arema dikandang Singo. Akhirnya bisa mengalahkan. Kuncinya melayani permainan cepat dan disiplin dipertahanan. Jangan lagi ada blunder. Seperti dilakukan pemain persebaya, Miswar Saputra, benteng terakhir.

Belajar Ke Arya Wiraraja

Melawan Arema di bhumi Singosari dibutuhkan taktik jitu dalam melayani pertemuran disemua lini. Persebaya harus bisa come back meski ditengah teror Aremania. Tidak ada jalan lain untuk membawa piala Presiden dari tanah Malang.

Bajol Ijo harus belajar ke Arya Wiraraja untuk bisa mengalahkan Singo Edan. Taktik perang Arya Wiraraja membantu Raden Wijaya untuk menaklukan Singosari yang dipimpin Jayakatwang nan kuat dengan jumlah pasukan luar biasa banyak. Kecerdasan Rakayran Mantri, Sang Arsitek kejayaan Majapahit. Sekaligus Raja Kerajaan Lamajang.

Arya Wiraraja adalah seorang arsitek politik luar biasa dimiliki oleh Nusantara silam. Menjadi ahli taktik pemerintahan dan perang di Kadhiri. Politik keluarga kerajaan, membuat diai harus dipindah tugas ke Sogenep sekarang dikenal Sumenep. Menjadi juru benteng pertahanan Kendiri hingga Singosari di barisan terdepan untik maritim.

Saat itu, ada musuh besar dari Singosari yakni Kerajaan Mongol yang dipimpin Raja Khubalai Khan. Raja asal Tiongkok itu merasa terhina saat utusanya dipotong telinganya oleh Kertanegara Raja Singosari.Mongol akhirnya menginvansi usai menaklukan Kerajaan Sriwijaya. Mongol dulu dikenal sebagai penguasaan dunia, tetapi harus bertekuk lutut di tanah Jawadwipa.

Ketika pasukan mongol tiba di Jawa, sedangkan tampuk kekuasaan Singosari sudah beralih dari Kertanegara ke Jayakatwang. Arya wiraraja dan Raden Wijaya menjadi sekutu dari Mongol. Mengetahui pasukan Mogol jago dalam perang diatas air. Akhirnya, Mongol menggerahkan armada lautnya melintasi Kalimas ke sungai Brantas.

Pasukan Singosari diajak perang disepanjang aliran sungai Brantas dan mengalami kekalahan. Lantaran, pasukan Jayakatwang tidak bisa berenang. Itulah kekalahan singosari dari ahli strategi Arya Wiraraja. Mogol dengan kekuatan puluhan ribu, juga bisa dikalahkan Raden Wijaya melalui pasukan Terik saat berada disekitar Candi tak jauh dari sunga berantas. Perang darat. Taktik dari Arya Wiraraja.

Persebaya dilatih Coach Janur harus berpikir keras mencari kelemahan Arema. Ambilah pelajaran pertandingan Persela melawan Arema. Aji Santoso mampu mematikan lini tengah Singo Edan. Sehingga, permainan lini tengah dikuasai Arek Pecel Lele dan menekan lini pertahanan.

Arema diajak bermain di areanya sendiri dan penjaga ketat pada geladang dan striker lawan oleh Persela. Pemain Lamongan juga rajin melakukan tendangan dari luar kota pinalti hingga akhirnya terjadi gol. Kerja sabar. Tapi Persebaya, haru kerja keras di leg ke 2. Menang dikandang Macan adalah wajib alias Fardu Ain.

Persebaya harus bisa memainkan geladang yang bisa menahan bola dan merangkak naik ke jantung pertahanan Arema. Lini depan Bajol Ijip haru juga memiliki kecepatan dalam merusak pertahanan Arema. Sehinngga dua bek kanan kiri enggan membantu pertahanan.

Kekuatan dari Arema adalah pada bek kanan kiri membantu serangan untuk naik. Alfarizi dan Alfin Tuallasamony memiliki skil bola bagus dan kecepatan memberikan support serangan. Persebaya wajib memberikan catatan kedua pemain ini.

Singo Edan adalah raja hutan di pegunungan. Sedangkan Bajol Ijo adalah hewan yang kuat di sungai dan muara. Filosofi kedua hewan ini bisa memberikan sebuah ajaran akan kelebihan dan kekurangan. Green Force akan kewalahan jika bermain menyerang total dan melayani permaian cepat. 

Di leg pertama, Arema mampu memancing pemain persebaya naik ke jantung pertahannya. Kemudian serangan balik dilancarkan Bajol ijo diharapkan membuat kesalahan serta pelanggaran tak jauh dari kotak 16. Taktiknya berjalan baik.

Ajaklah Singo Edan bermain-main di Kali Brantas. Bajol Ijo lakukan serangan secara mendadak. Sehingga, dibalik ketenagan bermain Persebaya, munculkan serangan mematikan ke jantung Arema. Gol akan terjadi.

Bajol Ijo harus bisa bersabar saat menghadapi tekanan Arema dengan didukung ribuan supporter fanatiknya. Namun, serangan gelandang dan stiker Bajol Ijo harus efektif dan tidak egois untuk menjadi pencetak gol. 

Belajar ke Liverpool

Persebaya harus bisa come back agar Piala Presiden didepan mata tidak melayang. Arema bisa  merayakan pesta dihadapan pendukungnya. Sakitnya bukan tuh disini, tapi disana. Surabaya bersama Boneknya.

Namun, Arema juga tak ingin kehilangan momentum. Keinginan menang dihadapan pendukung dan merayakan pesta dirumahnya sendiri sangat tinggi. Pesta itu sudah dipersiapkan. Salah satu bukti saat pemain Arema pulang dari Surabaya, ada sambutan luar biasa Aremania.

Persebaya bisa belajar ke Liverpool di final Liga Champions melawan AC milan. Mampu bangkit dan menyamkan kedudukan 3-3. Adu pinalti dilakukan, The Reds juara.

Green Force memiliki kiper penganti Abdul Rohim. Miswar si pembuat blunder harus dibangku cadangkan. Bonekpun sudah dibuatnya kecewa. Tak ada lainya, Rohim penah menepis pinalti PS Tira di babak penyisihanPiala Presiden layak diturunkan. 

AC Milan harus gigit jari saat Jery Dudek bermain tenang saat adu pinalti. Dia menahan sepakan Shevcenko. The Reds bisa mejuara. Never Walk Alone berkumandang. Bonekpun harus bisa meniru Liverpuldian dalam mendukung timnya.

Sepak bola itu selalu menghadirkan kejutan dan cerita heroiksme. Jum'at, 12 April 2019 akan menjadi sejarah baru bagi Piala Presiden. Apakah ada juara baru atau Arema mengangkat kedua kalinya piala terbuat dari Kayu di kadangnya sendiri. 

Ditengah panasnya suhu politik negeri. Sepak bola akan menjadi peredam atau hiburan masyarakat di tahun Politik. Jutaan pasang mata akan tertuju ke Kota Malang dengan sejarah panjang Kerajaan Singosarinya.

Ingat, sepak bola itu adalah olah raga menjunjung tinggi supportivas bukan rivalitas tanpa henti. Ayo Jogoen Nama Baik Jawa Timur dan Indonesia  Rek..!!

Post a Comment

0 Comments