Recents in Beach

header ads

Hari Kebebasan Pers Ditengah Hoax




Kenapa hari kebebasan pers perlu diperingati dan dirayakan. Mungkin bagi orang diluar komunitas pers, tidak begitu tahu dan paham. Namun, Pers lahir ditengah kemajuan peradaban kebudayaan dunia dalam berkomunikasi.

Mulai dari menulis dibatu, ditemukan tinta, terciptanya kertas, mesin cetak, gelombang radio, televisi dan internet kini. Pers juga berkembang seiring terus berkembangkan pola komunikasi manusia.

Pers lahir sebagai ruang menyampaikan kebebasan pendapat manusia diberbagai belahan didunia. di Indonesia , Pers lahir sebagai alat perjuangan kemerdekaan oleh para Founding Father.

Pers juga sebagai pilar ke 4 Demokrasi dalam mewujudkan persamaan hak manusia dimuka bumi. Sehingga, pers selalu hadir dan dituntut berada ditengah rakyat atau masyarakat.

Hari kebebasan pers lahir saat Sidang Umum PBB tahun 1993 dengan menetapkan 3 Mei sebagai memperingati prinsip dasar pers di seluruh dunia. Hal ini dilakukan untuk menghormati kepada jurnalis atau warawan yang meninggal saat menjalankan profesinya.

Kemudian, Kebebasan per di Indonesia lahir pada tanggal 23 September 1999, saat Presiden BJ Habibie mengesahkan UU.No4 tahun 1999. Ini adalah tonggak pers berdiri sendiri dengan aturan hukum yang bisa pemerintah melakukan sensor dan membredel.

Pers dan Hoax

Ditengah kemajuan teknologi komunikasi, Pers juga terus berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi ditengah gandrungnya masyarakat dengan smartphone, Gadget dan Tablet didalamnya ada media sosial untuk ber-interaksi luas melalui dunia maya.

Informasi sudah tidak lagi diproduksi oleh pemerintah, kelompok masyarakat dan pers sendiri. Masyarakat sudah bisa melakukan sendiri melalui media sosial yang ada digengamannya.

Namuan, penyalahgunaan media sosial sebagai tempat penyebaran informasi  bohon,sesat atau fitnah. Informasi itu disebut Hoax, karena kebenaranya belum tentu bisa dipertanggung jawabkan.

Informasi Hoax oleh masyarakat dianggap sebuah berita yang serupa dengan produksi pers. Akibatnya, pers juga oleh masyarakat diduga sebagai bagian penyaji informasi bohong. Masyarakat dibuat tidak mudah percaya, apalagi diproduksi oleh Buzzer yang memang untuk menyampaikan informasi hoax.

Hoax sudah menjadi masalah sejak pemilu Presiden 2009 silam. Pemerintah Indonesia bersama Dewan Pers terus berupaya melawan dan membuat regulasi terkait Fenomena Hoax.

Info Hoax memiliki tujuan tertentu untuk kepentingan si pembuat, pemesan dalam hal mendongkrak popularitas, pendapatan atau propagadan politik. Itupun muncul di Pemilu 2014 dan 2019 saat ini.

Akibatnya, masyarakat dibingungkan oleh informasi. Apalagi kecenderungan masyarakat tidak melakukan cek and ricek atau menguji kebenaran dengan pembanding lainya. Fanatisme rakyat Indonesia dijadikan dasar dalam mempengaruhi oponi publik dengan target mengikis kepercayaan publik terhadap sebuah kebenaran.

Pers tentu memiliki kewajiban dalam menghadapi hoax yang berseliweran ditangan manusia dalam sebuah aplikasi media sosial. Pers perlu mengajak publik untuk kritis dalam mengkonsums informasi atau berita.

Pers Didepan

Pers memang harus bertanggung jawab atas produksi berita dan dijadikan alat hoax oleh kelompok atau orang berkepentingan. Karena kerja jurnalistik pers adalah verifikasi dan terus melakukan verifikasi setiap berita yang diproduksi.

Publik bukan jadi konsumen, tidak lagi sebagai ajang Operasi Jarum Suntik dalam memberikan informasi. Ditengah kemajuan teknologi komunikasi, pers harus bisa menjadi ajang penyampaikan pendapat umum. Karena media sosial, tidak ada susunan redaksi dalam mempertanggung jawabkan penggunanya.

Pers harus memberikan setiap jawaban yang dibutuhkan masyarakat, terhadap pemerintah dan negaranya. Edukasi terus menerus memang diperlukan agar melek media yang diproduksi insan pers.

Masyarakat Pers Indonesia dulu dikenal kritis dimasa kolonialisme dan ini perlu digali lagi dalam mengkonsumsi informasi yang bisa dalam bentuk Hoax.

Marilah kita menggunakan media sosial untuk memberikan pengetahuan dan pencerahan berkeadilan sosial. Selamat Hari Kebebasan Pers. 

Post a Comment

0 Comments